Advertisement

15 Ribu KK di Gunungkidul Terdampak Kekeringan, BPBD Ajukan BTT Air Bersih

Andreas Yuda Pramono
Minggu, 18 Agustus 2024 - 13:57 WIB
Sunartono
15 Ribu KK di Gunungkidul Terdampak Kekeringan, BPBD Ajukan BTT Air Bersih Ilustrasi. - Reuters/Mike Hutchings

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul telah mengajukan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk bantuan dropping air bersih sebanyak 600 tangki. Pengajuan ini lantaran BPBD memprediksi dampak kekeringan masih akan terjadi hingga Oktober 2024.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan stok 1.000 tangki air yang telah dianggarkan BPBD sejak awal telah tersalurkan 672 tangki di delapan kapanewon, delapan belas kalurahan/desa per Kamis, (15/8/2024).

Advertisement

BACA JUGA : Kemarau dan Kekeringan Tidak Berdampak pada Pertanian Bantul

“Jangan sampai stok habis baru mengajukan. Ini kami sudah lebih dulu mengajukan biar bisa langsung kami sambung pakai BTT,” kata Purwono ditemui di Pantai Baron, Kemadang, Sabtu, (17/8/2024).

Adapun warga terdampak hingga sekarang mencapai lebih dari 15.000 kepala keluarga (KK) atau sekitar 53.818 jiwa. Per hari, BPBD dapat menyalurkan 16 – 24 tangki air. Tren permintaan ini terus naik menyusul meluasnya wilayah terdampak.

Kawasan selatan menjadi zona awal terdampak kekeringan. Lalu kekeringan meluas hingga zona tengah seperti Kapanewon Karangmojo dan zona utara seperti Kapanewon Nglipar. Adapun peta kekeringan utamanya hanya ada di Kapanewon Tepus, Panggang, dan Girisubo.

Menurut Purwono, situasi kekeringan saat ini termasuk standar, tidak masuk kategori ekstrem. Situasi ini akan berlangsung hingga Oktober 2024 ketika musim hujan datang. Sebab itu, dia mengimbau agar masyarakat dapat secara bijak menggunakan air.

“Kalau armada cukup. Kami ada empat armada yang tiap hari operasional dengan satu cadangan,” katanya.

BACA JUGA : Mentan Siapkan Mitigasi Risiko Kemarau Panjang dengan Pompanisasi

Kepala Seksi Logistik BPBD Gunungkidul, Arif Prasetyo Nugroho mengatakan anggaran BPBD untuk dropping air melalui stok 1.000 tangki diperkirakan habis akhir Agustus atau awal September. Adapun status siaga bencana kekeringan berlaku dari 1 Juni sampai dengan 31 Agustus 2024.

Selain BTT, BPBD Gunungkidul juga akan bekerja sama dengan pihak lain seperti Balai Prasarana Permukiman Wilayah DIY untuk menyalurkan air bersih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop

News
| Sabtu, 04 April 2026, 15:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement