Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Petugas BPBD DIY menunjukkan kerusakan rumah warga terdampak gempa di sejumlah lokasi, Selasa (27/8/2024)./ist BPBD DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat terdapat sebanyak 53 KK terdampak gempa Jogja yang terjadi pada Senin (26/8/2024) malam.
Gempa tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan di sejumlah wilayah. Tidak ada korban jiwa dan luka.
Kepala Pelaksana BPBD DIY, Noviar Rahmad, menjelaskan gempa tersebut berkekuatan magnitudo 5,8 dan terdapat sebanyak 47 gempa susulan yang terjadi hingga Selasa (27/8/2024) pukul 06.00 WIB. "Gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil," ujarnya saat dikonfirmasi.
Akibat gempa ini, total ada sebanyak 53 KK terdampak, dengan rincian di Gunungkidul 43 rumah rusak ringan, Bantul tujuh rumah rusak ringan, Kulonprpgo dua rumah rusak ringan dan Sleman satu pasar rusak ringan, yakni Pasar Prambanan yang gentengnya berjatuhan.
Kerusakan ringan tersebut menurutnya kebanyakan berupa dinding bangunan yang retak-retak. Tidak ada korban jiwa atau luka akibat kerusakan-kerusakan ini. "Di beberapa tempat genteng pecah, tapi rata-rata di dinding yang retak," paparnya.
Atas kejadian ini, BPBD DIY telah mendistribusikan sejumlah logistik berupa terpal, selimut dan paket permakaman ke semua warga terdampak. Walau belum ada yang mengungsi, namun logistik ini diharapkan bisa dipakai ketika korban terdampak memperbaiki rumahnya.
"Belum ada yang mengungsi, jadi karena rusak ringan, belum ada yang mengungsi. Tapi dimungkinkan situasi berkembang karena masih dilakukan assessment dan pendataan lebih lanjut. Ada kemungkinan belum melaporkan dampak ke petugas," ungkapnya.
Ia mengkonfirmasi jika gempa tersebut berada di jalur koordinat megathrust. Namun jika dilihat dari kekuatannya, gempa itu belum masuk dalam kategori megathrust. "Koordinatnya memang di jalur megathrust, tapi belum masuk megatrust, karena kalua megathrust kekuatannya di atas 8," paparnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya gempa kembali dengan kerusakan lebih besar, perlu dilakukan penguatan kapasitas masyarakat. "Kalau terkait struktur bangunan tidak bisa kita lakukan karena sudah lama berdiri di sana. Yang bisa kita lakukan yakni mengedukasi bagaimana penyelamatan kalau terjadi gempa atau sunami," ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat jika terjadi gempa agar pertama jangan panik. Kedua, selalu memperhatikan mitigasi gempa dan sunami. "Jadi kalau menghadapi gempa, melakukan penyelamatan diri sendiri, keluarga, baru orang terdekat," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.