Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kantor KPU Pusat - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Sleman akan ditutup Kamis (29/8/2024). Di hari terakhir sepertinya akan menjadi hari tersibuk karena dua pasangan calon bakal menyerahkan berkas pendaftaran.
Anggota KPU Sleman Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, hingga hari kedua pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati belum ada pasangan yang mendaftar. Meski demikian, ia tidak khawatir karena layanan akan dibuka hingga Kamis sekitar pukul 23.59 WIB.
“Kami masih menunggu datangnya pasangan calon yang mendaftar hingga pendaftaran ditutup,” kata Aan, Rabu (28/8/2024).
Menurut dia, sudah ada informasi dari tim pasangan calon, bahwa di hari terakhir akan ada dua pasangan yang mendaftar. Rencananya pasangan Harda Kiswaya-Danang Maharsa mendaftar pada Kamis pagi.
Adapun Kustini Sri Purnomo dengan pasangannya mendaftar pada Kamis siang. “Pemberitahuan sudah diterima dan kami akan menunggu saat proses penyerahan berkas sesuai dengan yang diunggah di aplikasi pencalonan,” katanya.
Aan mengungkapkan, proses pendaftaran kali ini berbeda dengan penyelenggaraan di Pilkada 2020. Saat itu sedang terjadi pandemi corona sehingga ada pembatasan relawan atau simpatisan yang datang ke Kantor KPU.
Namun, sambung dia, untuk saat ini tidak ada pembatasan terhadap relawan atau simpatisan yang akan ikut mengiringi pasangan calon mendaftar ke KPU. Hanya saja, pada saat proses penyerahan berkas tidak diperbolehkan masuk karena yang diperbolehkan calon hanya pasangan calon, pimpinan parpol pengusung, admin dan tim penghubung.
“Untuk sisanya harus berada di luar kantor KPU,” katanya.
Ketua Koalisi Sleman Baru yang mengusung pasangan Harda-Danang, Koeswanto membenarkan akan mendaftar pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut dia, pasangan yang diusung mendapatkan dukungan besar karena tidak hanya oleh PDI Perjuangan, tapi ada dari Gerindra, Golkar, NasDem, PPP.
Selain itu, Koeswanto juga mengklaim pasangan Harda-Danang mendapatkan dukungan dari partai nonparelemen seperti Partai Buruh dan PSI. “PKB dan PKS juga masuk dalam koalisi,” katanya.
Terpisah, Sekretaris DPD PAN Sleman, Inoki Azmi Purnomo mengatakan, Bakal Calon Bupati Kustini Sri Purnomo dengan pasangan akan mendaftar pada Kamis sekitar pukul 15.00 WIB. Meski demikian, ia masih enggan membeberkan konsep dari proses pendaftaran oleh pasangan yang diusung.
“Termasuk wakilnya baru kami umumkan jelang pendaftaran ke KPU,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Polri menegaskan Bhabinkamtibmas tidak berwenang memungut maupun memeriksa pajak masyarakat dalam pengawasan wajib pajak.
Mahasiswa Aliansi Cipayung Bantul mendesak transparansi penanganan kasus Febri Adriansyah dan pengesahan RUU Perampasan Aset.
Pemkot Jogja mengandalkan berbagai event sepanjang tahun untuk menjaga kunjungan wisatawan dan okupansi hotel usai libur sekolah.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Sebanyak 2.045 umat Buddha mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja 2570 BE/2026 di Borobudur pada 24-26 Juli 2026.