Advertisement
Kolam Mengering, Pemkab Sleman Beri Tips Budi Daya Ikan di Musim Kemarau
Salah satu budi daya ikan di Padukuhan Jongke Lor, Sendangadi, Mlati, Jumat (30/8/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman terus mendorong masyarakat untuk membudidayakan ikan meski pasokan air di musim kemarau berkurang. Hingga saat ini tercatat ada 171,1 hektare kolam yang mengering karena terdampak kemarau. Untuk itu, DP3 Sleman pun membagikan tipsnya
Pelaksana Tugas Kepala DP3 Sleman, Suparmono mengatakan, data kolam ikan di Sleman ada sekitar 1.134 hektare. Sama seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, setiap musim kemarau ada kolam yang terdampak.
Advertisement
Dia mencatat sudah ada 171,1 hektare kolam yang dibiarkan kosong karena kekurangan air. “Otomatis tidak bisa digunakan untuk budidaya ikan karena airnya tidak ada. Total luas kolam ikan berkurang 15% dari waktu normal,” kata Pram, Jumat (30/8/2024).
Adanya kolam yang mengering akan berdampak terhadap tingkat produktivitas. Meski demikian, ia tetap meminta kepada pembudidaya untuk tetap konsisten dalam upaya pemeliharaan sehingga pasokan ikan di masyarakat bisa tetap terjaga. “Kolam yang masih ada airnya harus dimanfaatkan,” katanya.
Pram mengungkapkan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar pemeliharaan tetap berjalan baik saat kemarau. Langkah pertama dengan mengurangi padat tebar di kolam budi daya.
Selain sebagai upaya antisipasi, pasokan air yang berkurang, pengurangan jumlah ikan yang dipelihara bisa menghindari stress dan kualitas air tetap terjaga. Di sisi lain, pemantauan dan pengamatan lebih diintesifkan.
Langkah ini untuk mengatahui gejala klinis pada ikan yang dibudidayakan sehingga dapat tumbuh baik. Kondisi ikan yang stress bisa diketahui dari dari gerakannya yang tidak normal dan kurang bernafsu saat diberikan pakan. “Kalau terjadi seperti ini langsung dilakukan identifikasi dengan mengirim sampel ikan yang sakit ke laboratorium penyakit ikan terdekat,” katanya.
Selain itu, penggunaan multivitamin dan probiotik pada sistem budidaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh ikan juga sangat dibutuhkan. Hal ini sebagai upaya mengantisipasi potensi serangan penyakit ikan. “Bisa menggunakan obat-obatan herbal atau kimia. Yang terpenting sesuai dengan aturan yang telah tersedia di kemasan obat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement







