DPRD Gunungkidul Soroti Proyek Strategis yang Belum Jalan
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Sejumlah petani saat memanen padi di area persawahan di Kalurahan Tegaltirto, Berbah. Foto diambil 12 Juli 2024. Harian Jogja/David Kurniawan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman mencatat petani telah memasuki dua kali panen raya. Hingga akhir Agustus, panen ini mampu menghasilkan 166.369 ton gabah kering giling.
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Siti Rochayah mengatakan, sama seperti dengan daerah lain, penanaman padi di Sleman terbagi menjadi dua kelompok. Yakni, padi di lahan sawah dan padi yang ditanam di ladang.
Hingga sekarang, petani di Sleman sudah panen padi sebanyak dua kali. Panen raya pertama berlangsung pada rentang waktu Januari sampai April.
Total luas panen mencapai 12.643,3 hektare. Jumlah ini terdiri dari 12.173,3 hektare merupakan padi sawah dan sisanya sebanyak 470 hektare padi ladang. “Produksi di panen raya pertama ini mencapai 76.798 ton gabah kering giling,” kata Siti, Kamis (5/9/2024).
Menurut dia, panen raya kedua juga berjalan dengan baik. Malahan dari sisi hasil, juga mengalami peningkatan dibandingkan saat panen pertama.
Hal ini terjadi karena luas panen yang lebih banyak karena mencapai 14.996 hektare dan kesemuanya merupakan lahan padi sawah. Adapun hasilnya di panen kedua mampu menambah produksi sebanyak 89.571 ton gabah kering giling.
“Jadi secara total hingga akhir Agustus ada penambahan produksi sebanyak 166.369 ton gabah kering giling,” ungkapnya.
Disinggung mengenai adanya serangan hama, ia mengakui baik di musim tanam pertama dan kedua terdapat serangan. Sebagai contoh, saat musim tanam pertama didominasi oleh wereng coklat dan di tanam kedua terancam serangan tikus.
Kendati demikian, ia memastikan ada upaya pengendalian sehingga hasil panen dapat dioptimalkan. “Kami terus melakukan pendampingan dan saat ada laporan serangan hama langsung ditindaklanjut dengan upaya pengendalian oleh petugas di lapangan,” katanya.
Salah seorang petani di Padukuhan Krajan, Sidoluhur, Godean, Bariman mengatakan, sudah panen dua kali. Adapun hasilnya bagus karena petani tetap mendapatkan hasil.
“Memang ada gangguan hama, tapi bisa dikendalikan sehingga bisa terselamatkan dan petani bisa panen,” katanya.
Menurut dia, pada saat pemeliharaan terus berkoordinasi dengan petugas lapangan untuk memastikan tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. “Salah satunya untuk antisipasi adanya serangan hama, makanya ada koordinasi dan pengamatan secara berkala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta lima proyek strategis senilai Rp17,3 miliar segera dilelang agar pengerjaan tidak molor.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata