Tol Ruas Trihanggo Junction Sleman Ditarget Tuntas Agustus
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dugaan aksi perkelahian antar pelajar menyebabkan satu orang korban meninggal dunia terjadi di Seyegan. Kelompok yang tengah bersitegang terlibat kejar-kejaran di jalanan sebelum akhirnya terjadi insiden kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sebelumnya beredar di media sosial informasi adanya korban yang diduga dikejar klitih di Jl. Godean, Sleman. Namun Kapolresta Sleman Kombes Pol. Yuswanto Ardi menjelaskan kejadian tersebut bukan lah klitih, melainkan perkelahian antar pelajar.
"Saya koreksi, bukan klitih tetapi perkelahian antar pelajar," terang Ardi pada Minggu (8/9/2024).
BACA JUGA : Viral Video Orang Meninggal Dikejar Klithih, Begini Penjelasan Polisi
Ardi menambahkan dugaan tawuran tersebut terjadi di salah satu wilayah di Seyegan. Ditambahkan Ardi, aksi tawuran ini terjadi diduga terjadi pada hari Minggu (8/9/2024) dini hari tepatnya pukul 02.00 WIB. "Kejadian yang diduga tawuran di utara dusun Tegalweru, Margodadi, Seyegan," katanya.
Polisi masih mendalami kronologi dugaan perkelahian antar pelajar ini. Saat ini kasus ini sudah masuk dalam proses penyelidikan.
"Sementara masih kita dalami kronologinya. Sudah dalam proses penyelidikan Polsek Seyegan di-back up Polresta Sleman," ujarnya.
Ardi mengungkapkan bila tidak ada unsur spontanitas dalam kejadian ini. Antar kelompok yang diduga tengah terlibat perkelahian saling kejar-kejaran.
"Tidak ada unsur spontanitas. Peristiwa ini antar kelompok pelajar. Mereka saling kejar-kejaran dan akhirnya saling bertabrakan," katanya.
"Sekali lagi ini perkelahian antar pelajar. Tidak ada unsur spontanitas," imbuhnya.
Insiden ini menyebabkan satu orang berinisial A (15) meninggal dunia. Korban disebut Ardi diduga terjatuh dari kendaraan saat kejar-kejaran tengah berlangsung.
BACA JUGA : Polisi Tangkap 8 Terduga Kelompok Klitih yang Membacok Tiga Pemuda di Grogol Sukoharjo
"Korban meninggal akibat kejar-kejaran dan mengalami kecelakaan terjatuh dari motor," terang Ardi.
Kepada masyarakat khususnya orang tua Ardi berpesan agar bisa menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban perkelahian antar pelajar. "Peran dan kepedulian orang tua ikut awasi anak masing-masing agar tidak keluar malam," ungkapnya. "Jaga anak kita masing-masing agar tidak menjadi pelaku maupun korban," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Progres Tol Trihanggo–Junction Sleman telah mencapai 87 persen. Ramp On dan Ramp Off ditargetkan rampung pada Agustus 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.
YIA baru dimanfaatkan sekitar 25% dari kapasitasnya. DIY mempercepat pengembangan koridor Joglosemar untuk mendongkrak wisatawan.