Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Ilustrasi tawuran./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Dugaan aksi perkelahian antar pelajar menyebabkan satu orang korban meninggal dunia terjadi di Seyegan. Kelompok yang tengah bersitegang terlibat kejar-kejaran di jalanan sebelum akhirnya terjadi insiden kecelakaan yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Sebelumnya beredar di media sosial informasi adanya korban yang diduga dikejar klitih di Jl. Godean, Sleman. Namun Kapolresta Sleman Kombes Pol. Yuswanto Ardi menjelaskan kejadian tersebut bukan lah klitih, melainkan perkelahian antar pelajar.
"Saya koreksi, bukan klitih tetapi perkelahian antar pelajar," terang Ardi pada Minggu (8/9/2024).
BACA JUGA : Viral Video Orang Meninggal Dikejar Klithih, Begini Penjelasan Polisi
Ardi menambahkan dugaan tawuran tersebut terjadi di salah satu wilayah di Seyegan. Ditambahkan Ardi, aksi tawuran ini terjadi diduga terjadi pada hari Minggu (8/9/2024) dini hari tepatnya pukul 02.00 WIB. "Kejadian yang diduga tawuran di utara dusun Tegalweru, Margodadi, Seyegan," katanya.
Polisi masih mendalami kronologi dugaan perkelahian antar pelajar ini. Saat ini kasus ini sudah masuk dalam proses penyelidikan.
"Sementara masih kita dalami kronologinya. Sudah dalam proses penyelidikan Polsek Seyegan di-back up Polresta Sleman," ujarnya.
Ardi mengungkapkan bila tidak ada unsur spontanitas dalam kejadian ini. Antar kelompok yang diduga tengah terlibat perkelahian saling kejar-kejaran.
"Tidak ada unsur spontanitas. Peristiwa ini antar kelompok pelajar. Mereka saling kejar-kejaran dan akhirnya saling bertabrakan," katanya.
"Sekali lagi ini perkelahian antar pelajar. Tidak ada unsur spontanitas," imbuhnya.
Insiden ini menyebabkan satu orang berinisial A (15) meninggal dunia. Korban disebut Ardi diduga terjatuh dari kendaraan saat kejar-kejaran tengah berlangsung.
BACA JUGA : Polisi Tangkap 8 Terduga Kelompok Klitih yang Membacok Tiga Pemuda di Grogol Sukoharjo
"Korban meninggal akibat kejar-kejaran dan mengalami kecelakaan terjatuh dari motor," terang Ardi.
Kepada masyarakat khususnya orang tua Ardi berpesan agar bisa menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak menjadi pelaku maupun korban perkelahian antar pelajar. "Peran dan kepedulian orang tua ikut awasi anak masing-masing agar tidak keluar malam," ungkapnya. "Jaga anak kita masing-masing agar tidak menjadi pelaku maupun korban," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.