Advertisement
Depo Sampah Kotabaru Jogja Luber Lagi, Bikin Bau Tak Sedap
Kondisi tumpukan sampah di Depo Kotabaru, Selasa (10/9/2024) - Harian Jogja - Alfi Annissa Karin
Advertisement
Harianjogja.com, GONDOKUSUMAN—Hingga saat ini sampah masih menjadi persoalan di Kota Jogja. Beberapa bulan lalu Pemkot Jogja sempat mengosongkan depo-depo sampah. Namun kondisi itu tak bertahan lama. Depo sampah kembali penuh bahkan meluber. Seperti yang terjadi di Depo Kotabaru.
Sampah di lokasi itu tambah menggunung dan meluber ke jalanan. Hal ini menyebabkan munculnya air lindi dan bau yang tidak sedap. Warga di sekitar Depo Kotabaru pun mengeluh, salah satunya adalah Wahyu.
Advertisement
Wahyu menyebut pagi hari adalah saat di mana sampah mengeluarkan bau yang tidak sedap. Ini tak lepas dari keluarnya air lindi yang menurutnya susah hilang sekalipun sudah disiram dengan air sabun.
BACA JUGA : Pemkot Jogja Angkut 1.059,184 Ton Sampah dari Seluruh Depo Pakai 252 Armada
“Airnya bau sekali ini dari sampah. Hitam-hitam gini ini walaupun dikasih sabun baunya ga hilang,” kata Wahyu, Selasa (10/9/2024).
Seingat Wahyu, kondisi melubernya sampah di Depo Kotabaru ini terjadi sejak 3-4 bulan ini. Terakhir, depo ini dikosongkan pada HUT ke-267 Kota Jogja pada Oktober 2023. Namun, kondisi ini tak berselang lama. Menurut Wayu, depo kembali menumpuk dua bulan kemudian. Wahyu mengatakan, sejatinya sampah di Depo Kotabaru rutin diangkut. Setidaknya ada 2 armada yang mengangkut sampah di lokasi itu. Namun, Wahyu mengatakan kebanyakan sampah yang diangkut ke dalam armada itu justru sampah para penggerobak.
“Mereka (armada) itu memprioritaskan gerobak. Jadi 2 armada itu fokusnya ke gerobak. Anehnya di depo sini, tidak diangkuti malah yang diangkutin yang gerobak-gerobak itu. Kalau warga kadang-kadang malah tidak boleh buang,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menuturkan tumpukan sampah di depo itu akan segera diangkut. Ini agar kapasitas depo bisa kembali maksimal untuk menampung sampah. Melihat jumlah sampah yang terlampau banyak, DLH juga tak bisa mengeksekusi depo sampah sampai bersih seperti sebelumnya. Haryoko mengatakan penanganan depo sampah akan dilakukan secara bergiliran.
“Hari ini kita baru menangani di Depo Pengok," ucapnya.
BACA JUGA : 60 Ton Sampah Kota Jogja Akan Diolah di Bantul
Haryoko mengatakan pihaknya menjumpai kendala berupa keterbatasan kekuatan armada. Untuk itu, pembersihan depo dilakukan secara bertahap untuk nantinya dibawa ke unit pengolahan sampah milik Pemkot Jogja.
“Tapi, perlahan bisa, yang penting tumpukan kita minimalisir terus, kita upayakan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Buka Opsi Tim Independen Usut Kasus Penyiraman Air Keras
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Salat Id Digelar di Masjid Gedhe Kauman hingga Sekitar Alun-Alun
- Bupati Sleman dan Forkopimda Pantau Kesiapan Pospam Mudik Lebaran
- Meriah, Takbir Keliling Tamanan Bantul Libatkan 8 Rombongan
- Takbiran BMI Yudonegaran Angkat Isu Lingkungan,
- Gema Takbir Jogja 2026 Ajak Peserta Gunakan Properti Daur Ulang
Advertisement
Advertisement








