Disdukcapil Gunungkidul Buka Layanan Ekstra untuk Pemilih Pemula
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Logo halal Indonesia - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman meluncurkan program Sinergi Sadar Halal, Selasa (10/9/2024). Program ini sebagai upaya percepatan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Bumi Sembada.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 100.000 UMKM di Kabupaten Sleman. Meksi demikian, belum semua memiliki sertifikasi halal seperti yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.
“Sertifikasi halal sebagai jaminan keamanan terhadap produk yang dimiliki sekaligus untuk meningkatkan daya saing,” katanya, Selasa siang.
Program pecepatan ini sebagai inovasi pelayanan yang mencakup semua proses sertifikasi halal. Program ini melibatkan berbagai instansi mulai dari perbankan, Kementerian Agama, LPPOM DIY, Halal Center UIN, sektor swasta hingga toko berjejaring.
Selain itu, juga ada dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup pemkab seperti Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata hingga Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Diharapkan dengan kolaborasi ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kesadaran tentang pentingnya sertifikat halal baik kepada pelaku UMKM selaku produsen, kepada Masyarakat selaku konsumen atau kepada seluruh stakeholder yang dapat mendukung percepatan dan peningkatan kemudahan dalam pelayanan sertifikasi halal.
BACA JUGA: Ratusan Warga Ponjong Gunungkidul Suspek TBC
“Produk hukum dari Sinergi Sadar Halal dituangkan dalam Peraturan Bupati No.65/2024,” kata Mae.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyambut baik adanya upaya inovasi untuk percepatan sertifikasi halal di Kabupaten Sleman. Menurut dia, program ini juga sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Saya sangat mendukung karena untuk meningkatkan kinerja, efisiensi dalam pelayanan sehingga masyarakat semakin mudah mengaksesnya,” kata Kustini.
Menurut dia, dengan adanya sertifikasi halal ke UMKM maka menjadi jaminan atas produk yang dihasilkan. Di sisi lain, ia juga meminta agar pendampingan terus dijalankan sehingga produk yang dihasilkan semakin berkualitas dan memiliki daya saing sehingga tidak kalah dengan produk dari luar.
“Jangan takut berinovasi karena dengan inovasi menjadi bukti dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Yang tak kalah penting juga terus berkolanorasi memberikan terbaik agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Gunungkidul membuka layanan ekstra bagi pemilih pemula yang genap 17 tahun agar bisa mengurus KTP-el dan menggunakan hak pilih.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.