Advertisement
Desain Berubah, Tol Jogja-Solo Ruas Purwomartani-Maguwo Dibangun Melayang Mulai Januari 2025

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalan Tol Jogja-Solo dengan konstruksi melayang (elevated) tak hanya bakal dibangun di hampir sebagian jalan Ringroad utara Sleman atau ruas Maguwo-Trihanggo. Di ruas Purwomartani-Maguwo, jalan bebas hambatan penghubung wilayah Jogja dan Solo ini juga bakal dibangun secara melayang atau elevated.
Desain ini tampanya berbeda dari awalnya yang at grade. Di mana tol elevated baru akan dibangun ketika memasuki ruas Maguwo-Trihanggo. Daya Mulia Turangga (DMT) selaku kontraktor pembangunan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Ruas Purwomartani-Maguwo mengungkapkan desain konstruksi tol Jogja-Solo dari Purwomartani Kalasan hingga Maguwoharjo Depok akan dibangun melayang.
Advertisement
BACA JUGA : Tol Jogja-Solo-YIA Dibangun Melayang sejak Purwomartani sampai Casa Grande
"Rencana besar desainnya bahwasanya Paket 2.1 ini full elevated. Tidak ada timbunan [at grade]," kata Humas PT. Daya Mulia Turangga, Agung Murhandjanto saat sosialisasi pembangunan jalan Tol Jogja-Solo-YIA Seksi 2 Paket 2.1 Purwomartani-Maguwo di Kantor Kalurahan Maguwoharjo, Rabu (11/9/2024).
Dengan dengan, praktis tidak ada pengerjaan at grade di sepanjang Jalan Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwo. Fokus penggarapannya juga akan serupa dengan ruas Trihanggo-Junction Sleman di area Ringroad Utara yang menggunakan metode borepile sebagai bakal pilar penyangga tol melayang.
"Jadi nanti kami lebih banyak pada pengerjaan-pengerjaan mulai dari borepile, kemudian pile cap, kolom kemudian pier head, kita persiapkan," ujarnya.
Proyek tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwo ini akan dikerjakan mulai Januari 2025 yang diprediksikan butuh waktu 24 bulan. Adapun jenis pekerjaan pertama yang dilakukan adalah pengerjaan borepile hingga pile cap tersebut baru dilakukan penuh pada Januari 2025. "Kami full bisa melakukan borepile dan pile cap itu Januari [2025], kita estimasikan 24 bulan dari bulan itu," ujarnya.
Agung belum bisa menerangkan secara rinci mengapa konstruksi elevated dipilih pada ruas Purwomartani-Maguwo. Kontraktor hanya menerima kontrak bahwa pengerjaan tol menggunakan kontruksi elevated.
"Kami menerima pekerjaan itu sudah dalam bentuk kontrak, berdasarkan konstruksi pakai elevated. Karena memang tidak timbunan, tidak menggunakan timbunan," ungkapnya.
Ia memprediksi penggarapan tol Jogja-Solo dengan konstruksi melayang di ruas Purwomartani-Maguwo ini tak lepas dari konstruksi melayang yang juga akan diterapkan di Ringroad. Bila benar melayang, tol Jogja-Solo ruas ini akan membentang secara elevated kurang lebih 3,5 kilometer dari Purwomartani hingga Maguwoharjo.
"Mungkin tersambung dengan yang ada di Ring Road, ini kan nanti keluarnya kan dari Lotte Mart ini ke barat. Kemudian turunnya di sekitar Casa Grande. Ramp On Off di sekitar Casa Grande," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement

Bosan Saat Berada di Area Jalur Tol Trans Jawa? Coba Jajal Lokasi Wisata Ini
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement