Pendaftaran Bakal Calon Lurah Gunungkidul Dibuka Mulai 13 Juli
Pendaftaran bakal calon lurah untuk pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Pemungutan suara dijadwalkan 26 September 2026.
Ilustrasi Pilkada - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo-Sukamto memiliki modal dana kampanye terbanyak. Hal ini terlihat dalam Penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye yang diumumkan KPU Sleman tertanggal 28 September 2024.
Pasangan ini memiliki saldo awal sebesar Rp210.150.000. Adapun lawannya, Harda Kiswaya yang berpasangan dengan Danang Maharsa melampirkan saldo nol rupiah di pelaporan tersebut.
Anggota KPU Sleman Divisi Penyelenggaraan Teknis dan Pemilihan, Noor Aan Muhlishoh mengatakan, sesuai dengan PKPU No.14/2024 tentang Dana Kampanye, maka pasangan calon diwajibkan memiliki rekening khusus untuk penerimaan maupun pengeluaran dana kampanye.
Dia memastikan seluruh pasangan telah membuat rekening ini dan sudah menyerahkan laporan awal dana kampanye sebelum pelaksanaan masa kampanye di Pilkada Sleman 2024. “Untuk besaran dana awal kampanye miliki pasangan calon sudah diunggah di laman resmi milik KPU Sleman,” kata Aan, Rabu (2/10/2024).
Berdasarkan Pengumuman No. 669/PL.02.5-PU/3404/2/2024 tentang Hasil Penerimaan Laporan Awal Dana Kampanye di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman diketahui pasangan calon Kustini-Sukamto memiliki modal terbanyak dengan jumlah Rp210.150.000. Sedangkan pasangan Harda-Danang masih nol rupiah.
Pelaporan ini, lanjut Aan, masih bisa berubah karena selama masa kampanye, paslon diperbolehkan menerima sumbangan dana kampanye. Sesuai dengan ketentuan, untuk sumbangan perseorangan dibatasi Rp75 juta dan badan usaha non pemerintah sebesar Rp750 juta selama kampanye berlangsung.
“Sebagai bagian dari transparansi dalam penyelenggaraan pilkada, maka pasangan calon juga diwajibkan membuat laporan penerimaan sumbangan dana kampanye dan laporan penerimaan dan pengeluaran sumbangan dana kampanye,” kata dia.
BACA JUGA: Dana Kampanye Pilkada Kota Jogja Maksimal Rp26 Miliar
Selain pembatasan jumlah sumbangan, juga ada pembatasan terhadap pengeluaran selama kampanye berlangsung. Berdasarkan hasil keputusan bersama dengan perwakilan paslon disepakati biaya kampanye terbanyak sebesar Rp29.975.571.200.
“Sudah ada hitungannya termasuk dengan rician uang yang dikeluarkan dalam setiap kegiatan dalam berkampanye. Lebih jelasnya bisa dilihat dalam Keputusan KPU Sleman No.498/2024 tentang Pembatasan Pengeluaran Dana Kampanye,” kata Aan.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Huda Al Amna menambahkan, pelaksanaan kampanye berlangsung mulai 25 September hingga 23 November 2024. Adapun pelaksanaan, tidak hanya dilakukan oleh masing-masing pasangan calon, karena juga ada fasilitasi dari KPU Sleman.
Huda mengatakan, untuk fasilitasi pertama, KPU akan memasang alat peraga dan bahan kampanye. Selain itu, juga ada fasilitasi pemasangan iklan di media cetak dan elektronik, serta penayangan di videotron sebanyak satu kali. “Jadi tidak hanya kampanye model rapat umum, pertemuan terbatas dan tatap muka yang dilakukan calon, tetapi juga ada fasilitas kampanye yang disediakan oleh KPU,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pendaftaran bakal calon lurah untuk pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul dibuka 13-23 Juli 2026. Pemungutan suara dijadwalkan 26 September 2026.
Gibran Rakabuming meminta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dikaji matang agar tidak merugikan warga dan mengganggu aktivitas sekolah.
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.
Korban Hanania Travel mengadu ke Komisi III DPR RI. Sekitar 3.000 calon jamaah disebut mengalami kerugian dan menuntut haknya dikembalikan.
OJK menetapkan tujuh calon direksi BEI periode 2026-2030. Jeffrey Hendrik dipilih sebagai Direktur Utama dan akan diajukan dalam RUPST.
Unnes menjelaskan kronologi dugaan pelecehan seksual yang memicu pengepungan mahasiswa terhadap terduga pelaku. Polisi masih melakukan pendalaman kasus.