Kebakaran Hutan Marak di Indonesia, Kemenhut Siapkan Hujan Buatan dan Rehabilitasi
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN -- Sebuah rumah di Turusan, Banyuraden, Gamping jadi target pencurian. Meski sempat ketahuan oleh pemilik rumah, pelaku berhasil kabur sementara sejumlah barang berharga milik korban raib.
Sebelumnya ramai di media sosial sebuah unggahan dengan narasi penjarahan rumah di area Turusan, Gamping. Dalam unggahan yang juga melampirkan foto dan video itu disebutkan bila pelaku berhasil menjarah sejumlah ponsel, tas, surat-surat berharga hingga sebuah alat musik berupa bass.
Kapolsek Gamping, AKP Sandro Dwi Rahadian membenarkan adanya aksi pencurian dengan pemberatan (curat) di salah satu rumah warga tersebut. Korban pencurian juga telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian.
"Ada curat mas catur dan sudah ada laporan masuk dari korban. Sedang kita lidik," tegas Sandro pada Senin (7/10/2024).
Panit 1 Reskrim Polsek Gamping, Ipda Ari Setiyawan menjelaskan aksi pencurian ini terjadi pada Senin (7/10/2024) sekitar pukul 02.44 WIB. Pencuri beraksi di salah satu rumah warga di Turusan, Banyuraden, Gamping.
Semula pada Minggu (6/10/2024) pukul 23.05 WIB, pemilik rumah berinisial DSJ tengah tidur di ruang tamu dengan posisi pintu terbuka. Namun pemilik rumah terbangun dan mendapati ada orang di depan rumah tepatnya di samping teras sedang membuka tas miliknya
"Selanjutnya pengadu [pemilik rumah] keluar sambil teriak, kemudian pelaku lari dan untuk tas ditinggal," terang Ari.
BACA JUGA: Nongkrong Dekat Rel di Berbah, Warga Kalasan Meninggal Dunia Tersambar Kereta Singasari
Pelaku yang lari sempat dikejar oleh korban. Akan tetapi rekan pelaku sudah bersiap di atas motor lantas membawa pelaku kabur dengan motor.
"Sempat dikejar akan tetapi tidak tertangkap, soalnya teman pelaku sudah stanby di atas motor dan pelaku membonceng temannya tersebut selanjutnya pergi ke arah selatan," lanjut Ari.
Korban lantas kembali ke rumah untuk membangunkan istri dan anaknya serta memberitahukan bahwa ada aksi pencurian. Usai memberitahu anak dan istri, korban lantas mengecek barang-barang di rumahnya. Dari situ diketahui bahwa sejumlah barang berharga milik korban telah raib.
"Ternyata ada satu buah ponsel milik pengadu yang berada di samping pengadu tidur tadi hilang, dua buah ponsel [lain] dan dua buah tas tempat menaruh surat-surat berharga di kamar tidur juga tidak ada," ungkapnya.
Tak hanya itu, satu buah Bass merek Qore warna putih yang berada di kamar tidur anak korban juga tidak ada usai insiden ini. Total kerugian yang ditanggung korban mencapai jutaan rupiah.
Korban yang merasa dirugikan dan menjadi korban tindak pidana pencurian lantas melapor ke Polsek Gamping. Kini pelaku pencurian masih dalam pencarian. "Iya masih dalam penyelidikan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhut menangani kebakaran hutan lewat OMC, penegakan hukum hingga rehabilitasi lahan. Kebakaran juga meningkat di DIY.
DKP Bantul mengungkap kendala UMKM olahan ikan menembus pasar ekspor, mulai kapasitas produksi hingga rantai pasok.
Dispar Kulonprogo mempertemukan 30 pengelola desa wisata dengan 30 buyer Jateng-DIY melalui business matching paket wisata.
Gaji manajer Kopdes belum ditetapkan. Berikut gambaran penghasilan berdasarkan UMP 2026 setelah Suahasil Nazara menjadi Menkeu.
DPRD Kota Jogja mendorong evaluasi tata kelola Alkid setelah video dugaan pungutan liar dan intimidasi beredar di media sosial.
KPK menggeledah rumah Dirjen ATR/BPN Lampri di Bekasi terkait kasus dugaan suap pengurusan HGB PT Summarecon Agung Tbk.