PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Pilkada 2024 - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—KPU Sleman memiliki tugas berat untuk meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada 2024. Hal ini dikarenakan tingkat kehadiran warga untuk memilih masih kalah dengan gelaran pemilihan legislative atau pemilihan presiden.
Sebagai Gambaran, angka partisipasi pemilih di Pilkada 2020 hanya di kisaran 77%. Capaian ini jauh di bawah dari pelaksanaan Pemilu 2019 yang partisipasi pemilih di angka 87,7%.
Adapun di Pemilu 2024, untuk Pemilihan Legislatif kehadiran warga mencoblos juga di kisaran 87%. Sedangkan di Pemilihan Presiden angka kehadiran lebih tinggi karena menembus 91%.
Anggota KPU Sleman Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, Huda Al Amna membenarkan, angka partisipasi warga di pilkada masih rendah dibandingkan dengan penyelenggaraan pileg maupun pilpres. Hal ini pun menjadi catatan tersendiri agar pelaksanaan pilkada 2024 tidak hanya penyelenggaraan dapat berjalan dengan lancar, aman dan damai, tapi dari sisi partisipasi pemilih juga dapat ditingkatkan.
Hal ini tak lepas dari partisipasi Masyarakat di pilkada 2020 yang hanya di kisaran 77%. “Kalau dibandingkan dengan pemilu memang jauh. Misalnya Pileg 2024 mencapai 87% partisipasinya dan Pilpres bisa tembus 91%,” katanya, Kamis (17/10/2024).
BACA JUGA: Dugaan Pelanggaran Netralitas, Bawaslu Sleman Periksa Camat dan Lurah Terkait
Untuk meningkatkan partisipasi pemilih, ia berjanji menggencarkan sosialisasi dengan melibatkan badan adhoc yang dimiliki mulai dari PPK, PPS. Sosialisasi tidak hanya dilakukan ke kapanewon maupun ke kalurahan, tapi juga menyasar ke segemntasi pemilih.
“Semua akan kami sasar sosialisasi, termasuk segmentasi pemilih yang ada seperti pemilih pemula, disabilitas dan lainnya. Tujuannya agar mereka tahu gelaran pilkada sehingga ikut partisipasi dalam pemilihan,” katanya.
KPU Sleman telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada sebanyak 853.209 jiwa. Jumlah ini lebih banyak ketimbang pemilih di Pemilu 2024 sebanyak 849.062 jiwa.
“Ada penambahan sekitar 3.000an jiwa di Pilkada sehingga jumlah pemilihnya lebih banyak ketimbang saat pelaksanaan Pemilu 2024,” kata Ketua KPU Sleman, Ahmad Baehaqi.
Dia menjelaskan, bertambahnya jumlah pemilih di Sleman tak lepas dari dinamika kependudukan yang terus berubah di setiap waktunya. Sebagai Gambaran, jumlah pemilih bertambah karena adanya penambahan warga yang telah berusia 17 tahun sehingga memiliki hak pilih.
Di sisi lain, juga adanya perpindahan domisili ke Kabupaten Sleman juga memberikan pengaruh terhadap pertambahan pemilih, ketimbang saat pelaksanaan pemilu. “Data kependudukan sangat dinamis sehingga dari waktu-waktu berubah sehingga ikut berpengaruh terhadap jumlah pemilih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Prancis pertimbangkan gugatan hukum terhadap Israel usai insiden kekerasan terhadap aktivis flotilla bantuan Gaza.
Kemendikdasmen kucurkan Rp2 miliar bangun SD Muhammadiyah 2 Sorong yang rawan banjir, perkuat pendidikan di wilayah 3T.
PDHI dan AFKHI gelar safari nasional sosialisasi RUU Kedokteran Hewan, dorong regulasi komprehensif berbasis One Health.
Menkeu Purbaya optimistis target pendapatan negara 2026 tercapai. Coretax dan AI dorong kinerja pajak dan bea cukai meningkat.
Stadion Kansas City jadi venue penting Piala Dunia 2026. Simak jadwal lengkap fase grup hingga perempat final.