Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Ilustrasi ZoSS./JIBI
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul beralasan anggaran terbatas menyebabkan beberapa permintaan sekolah untuk pengadaan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) belum dapat dilaksanakan.
Kepala Bidang Perlengkapan Jalan Dishub Bantul, Agus Sutomo menyampaikan pihaknya menerima pengajuan pengadaan ZoSS dari belasan sekolah setiap tahun. Namun menurutnya, tidak semua pengajuan dapat terpenuhi lantaran anggaran yang terbatas. "Anggaran kita, pagunya tidak mencukupi, kita hanya menunggu Pokok Pikiran [Pokir anggota dewan]," katanya, Kamis (17/10/2024).
BACA JUGA: Kabar Gembira! Dinkes Bantul Bakal Tambah Puskesmas Pembantu di 2 Wilayah Ini
Dia menuturkan program ZoSS telah ada sejak 2022, namun hingga saat ini ZoSS hanya ada pada 20-an sekolah. Dia menuturkan pengadaan ZoSS setiap tahun masih terbatas, hanya berkisar 6-9 sekolah. Tahun ini, katanya, pengadaan ZoSS dilakukan untuk sembilan sekolah di Bantul. Hingga pertengahan Oktober 2024, menurut Agus, pengerjaan ZoSS telah rampung.
Hanya saja, Agus belum dapat memastikan jumlah sekolah yang akan didirikan ZoSS tahun depan. Hal itu lantaran alokasi anggaran untuk pengadaan ZoSS hanya didapat dari Pokir anggota DPRD Bantul. "Tahun 2025, ada beberapa [pendirian ZoSS], tidak ada dari anggaran APBD murni, anggaran dari Pokir," katanya.
Menurut Agus, alokasi anggaran yang dikucurkan untuk pengadaan ZoSS maksimal Rp50 juta per sekolah. Belum ada alokasi APBD untuk pengadaan ZoSS berdampak pada minimnya pengadaan ZoSS. "Padahal, masih ada puluhan sekolah yang memerlukan ZoSS," katanya.
Dishub Bantul pun telah memetakan beberapa sekolah yang terletak di ruas jalan dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi, dan sekolah dengan puluhan anak yang di antar jemput. Hal itu menjadi prioritas dalam pengadaan ZoSS. Meski begitu, menurutnya, pengadaan ZoSS akan tetap disesuaikan dengan pengajuan ZoSS dari setiap sekolah.
Agus menuturkan, pendirian ZoSS tidak hanya di sekolah yang berada di ruas jalan kabupaten, namun juga provinsi. Menurutnya, Dishub Bantul akan meninjau pengajuan pendirian ZoSS dengan melakukan survei lokasi. "Kami berharap alokasi anggaran untuk pendirian ZoSS dapat meningkat tahun depan untuk mendukung status Bantul sebagai kabupaten layak anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.