Advertisement
Lulus dari Pendidikan Profesi, Arsitek Masa Depan Harus Bersiap Mengambil Lisensi
Sebanyak 19 arsitek masa depan lulusan dari Program Studi Profesi Arsitek Ull secara resmi telah dilantik, Sabtu (19/10/2024). Para arsitek ini telah melalui magang 4.000 jam dan ke depan harus bersiap untuk mengambil lisensi di level provinsi untuk kepentingan praktik. - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 19 arsitek masa depan lulusan dari Program Studi Profesi Arsitek Ull secara resmi telah dilantik, Sabtu (19/10/2024). Para arsitek ini telah melalui magang 4.000 jam dan ke depan harus bersiap untuk mengambil lisensi di level provinsi untuk kepentingan praktik.
Kepala Prodi Profesi Arsitek Ull Yulianto Purwono Prihatmaji menjelaskan lulusan tersebut disebut sebagai arsitek masa depan, karena mereka akan melalui sejumlah proses untuk bisa membuka praktik, seperti memiliki STRA hingga mendapatkan lisensi di level provinsi. Meski demikian para arsitek ini dipastikan telah memiliki kompetensi yang sejalan IAI karena sebelumnya telah melalui penataran kode etik profesi.
Advertisement
"Mereka sudah melalui pendidikan selama lima tahun, terdiri atas empat tahun kuliah sarjana kemudian setahun pendidikan profesi," katanya.
Ia menambahkan saat ini Lisensi Arsitek harus dimiliki seorang arsitek yang akan berpraktik di setiap provinsi, di mana DIY sudah menerapkannya. Lisensi itu menjadi syarat utama untuk persetujuan penerbitan persetujuan bangunan gedung (PBG) suatu bangunan.
"Sekarang arsitek ber-STRA dia akan dilisensi ini per provinsi, belum semua provinsi, kalau mau mendesain di Jogja harus ada izin sehingga harus mendapatkan lisensi, begitu juga di Bali tentu semakin ketat. Jogja juga ketat karena ada sumbu imajiner atau kearifan lokal. Tentu adik-adik lulusan ini sudah siap dengan proses itu," ujarnya.
Mereka telah belajar Architect Leadership dengan beragam disiplin ilmu di mata kuliah Studio Arsitek Profesional multidisiplin, yang dilaksanakan di dalam kampus bersama para Tenaga Ahli multidisiplin, yakni Ahli Me kanikal Elektrikal dan Ahli Struktur. Mahasiswa berperan menjadi Arsitek yang m engkoordinasikan proyek perancangan dengan kasus nyata.
"Ini diakui oleh beberapa negara. Tahun ini kami sudah silaturahmi ke Malaysia melalui AAEC, mereka bisa kerja praktik di biro Malaysia, Singapura karena sudah memegang pendidikan lima tahun," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mudik Lebaran 2026, Konsumsi BBM Bensin Diproyeksi Naik 12 Persen
Advertisement
Wisata Gunung Bromo Siap Sambut Wisatawan saat Libur Lebaran 2026
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Buka Puasa Jogja 11 Maret 2026: Magrib 17.58 WIB
- Antisipasi 8 Juta Wisatawan, Pemkot Jogja Tambah Personel di Malioboro
- Diterjang Banjir, Belasan Hektare Sawah di Kulonprogo Gagal Panen
- Polisi Ringkus Pelaku Penganiayaan Pelajar di Jetis Bantul
- PHRI DIY Targetkan Okupansi Hotel 85 Persen Selama Libur Lebaran 2026
Advertisement
Advertisement







