Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Pelaksanaan pemusnahaan barang bukti ribuan miras di Mapolresta Sleman, Selasa (22/10/2024). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Polresta Sleman memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) oplosan maupun bermerk di halaman Mapolresta, Selasa (22/10/2024). Pemusnahan dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk memerangi peredaran minuman keras illegal di pasaran.
Kapolresta Sleman, Kombes Yuswanto Ardi mengatakan, total ada 4.127 botol miras dengan berbagai merk. Selain itu, juga ada miras jenis oplosan sebanyak 110 liter.
“Barang bukti sudah kami musnahkan yang dihadiri oleh jajaran Forkompida Sleman, MUI dan organisasi keagamaan yang ada di Sleman,” kata Ardi, Selasa siang.
Dia menjelaskan, razia miras berlansung sejak Juli hingga Oktober. Ribuan botol miras disita dari 88 kegiatan operasi yang menyasar ke 81 toko atau penjual yang tak memiliki izin penjualan.
“Razia dilakukan sebagai bentuk komitmen dalam upaya memerangi peredaran miras yang sampai saat ini sudah semakin meresahkan,” katanya.
Ardi menekankan, aksi yang dilakukan tidak hanya sebatas pemusnahan barang bukti miras hasil penyitaan. Pasalnya, pemilik sudah dilakukan pendataan yang selanjutnya akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
BACA JUGA: Stasiun Tugu Jogja Makin Cantik, Proyek Beaufitikasi Tahap 1 Rampung
Dia menjelaskan, dasar untuk penindakan hukum mengacu pada pasal 37 Perda Kabupaten Sleman No.8/2019 tentang Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol. “Ancamannya kurungan paling lama enam bulan dan atau denda sebanyak Rp50 juta,” kata Ardi.
Pejabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo mendukung penuh langkah dari Polresta Sleman untuk menekan peredaran miras illegal yang sampai saat ini sudah banyak meresahkan masyarakat. Pasalnya, dengan adanya perkembangan teknologi, maka sistem penjualan juga semakin mudah karena bisa memnafaatkan secara online.
“Sudah banyak ormas yang resah karena peredaran sudah mendekat ke pemukiman padat penduduk. Oleh karenanya, kami mendukung upaya penegakan hukum terkait dengan peredaran miras ini,” kata Kusno.
Ia juga mengajak kepada masyarakat untuk ikut berperan dalam menjaga keamanan dan ketenteraman di wilayah masing-masing. Kusno juga memastikan akan menjamin kerahasiaan pelapor pada saat ada yang melaporkan tentang praktik pejualan miras illegal di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Menkeu siapkan TKD 2027 hingga Rp90 triliun, perkuat fiskal daerah lewat APBN, pembiayaan infrastruktur, dan sinergi pusat daerah.
Salin Aslimas Banyumas optimalkan ZIS untuk perluas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan sektor informal.
PLN pulihkan pembangkit besar di Jawa yang sempat gangguan. Pasokan listrik kembali stabil dan pemadaman bergilir diminimalkan.
SK Bupati Kulonprogo terbit, Lurah Garongan dinonaktifkan usai jadi tersangka dugaan pungli dan kasus penyalahgunaan wewenang.
PKN 2026 Pekalongan sukses tarik 17 ribu pengunjung. AI batik jadi sorotan, dorong inovasi UMKM dan ekonomi kreatif daerah.