Advertisement
Pemilik Apartemen Malioboro City Desak Pemerintah Pusat Intervensi Soal SLF
Para korban jual beli apartemen Malioboro City berharap Kapolri dan Komisi III DPR RI segera turun tangan membentuk Tim Khusus Kejahatan Korporasi dan membantu menyelesaikan kasus mereka. Dok. Ist
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA – Polemik terkait belum terbitnya Sertifikat Laik Fungsi (SLF) Apartemen Malioboro City kembali mencuat. Para pemilik dan penghuni satuan rumah susun (P3-SRS) mendesak pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini.
Ketua P3-SRS Edi Hardiyanto mengatakan, para penghuni menyampaikan kekecewaannya atas lambannya proses penerbitan SLF oleh pemerintah setempat. “Kami sudah sangat bersabar. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan SLF akan diterbitkan,” kata Edi, Selasa (29/10/2024) melalui keterangan tertulisnya.
Advertisement
Edi menjelaskan bahwa pihaknya telah memenuhi semua persyaratan teknis yang diminta oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) setempat. Bahkan, Kementerian PUPR juga telah memberikan respons positif atas permohonan penerbitan SLF yang diajukan oleh pihak perbankan selaku pihak yang baru mengakuisisi proyek tersebut.
“Yang menjadi pertanyaan kami adalah mengapa proses penerbitan SLF ini begitu berbelit-belit? Apakah ada kepentingan lain di balik semua ini?” jelas Edi.
Para penghuni menduga adanya upaya untuk menghambat proses penerbitan SLF. Mereka mencurigai adanya pihak-pihak yang tidak menginginkan masalah ini segera selesai. Oleh karena itu, mereka meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turut mengawasi proses ini.
“Kami meminta KPK untuk menyelidiki dugaan adanya praktik korupsi dalam kasus ini. Kami ingin proses penerbitan SLF ini berjalan transparan dan akuntabel,” katanya.
Selain itu, para penghuni juga meminta Menteri PUPR untuk segera melakukan pertemuan dengan pemerintah setempat guna mencari solusi atas permasalahan ini. Mereka berharap dengan adanya intervensi dari pemerintah pusat, proses penerbitan SLF dapat segera diselesaikan.
“Kami berharap dengan adanya pertemuan antara Kementerian PUPR dan pemerintah daerah dapat segera ditemukan titik temu sehingga permasalahan ini dapat segera selesai dan SLF dapat diterbitkan,” pungkas Edi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Trump Geram Dikritik Paus Soal Iran, Lontarkan Serangan Verbal
Advertisement
Glamping DeLoano Menoreh Dibuka Lagi, Sensasi Menginap di Hutan Pinus
Advertisement
Berita Populer
- DPRD Jogja Gelar Penghormatan Terakhir untuk Adrian Subagyo
- Forum UMKM Kulonprogo Dibentuk, Fokus Digitalisasi dan Kolaborasi
- Jadwal KRL Jogja-Solo 13 April 2026, Berangkat dari Tugu ke Palur
- Harlah Muslimat NU, Sultan Tekankan Peran Ibu Bangun Bangsa
- Jadwal KRL Solo-Jogja 13 April 2026, Cek Jam Berangkat Terbaru
Advertisement
Advertisement







