Advertisement
Dinkes Kulonprogo Gandeng Bandara YIA Tangani Stunting, Dapat Bantuan Rp150 Juta
Kamis, 31 Oktober 2024 - 06:17 WIB
Sunartono

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo bekerja sama dengan PT. Angkasa Pura yang jadi pengelola Bandara YIA untuk menangani stunting. Kerja sama itu secara simbolis dilakukan di Puskesmas Kokap II pada Rabu (30/10/2024) sekaligus penyerahan Rp150 ribu untuk pengembangan 16 posyandu.
Kepala Dinkes Kulonprogo Sri Budi Utami menyebut kerja sama antara lembaganya dengan Bandara YIA bukan pertama ini dilakukan. Sebelumnya sudah pernah dilakukan sehingga kerja sama itu dilanjutkan dan ditingkatkan tiap tahunnya.
Kerja sama pada 2024 ini, jelas Sri Budi, dilakukan secara fokus untuk menguatkan kesehatan ibu hamil dan balita. Terutama untuk program yang menyasar pencegahan stunting dengan memberikan makanan bergizi tambahan.
Bantuan dana dari Bandara YIA itu, lanjut Sri Budi, akan disalurkan di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap pada 16 posyandu di sana. Ia berharap program serupa dari perusahaan lain di Kulonprogo juga dapat ditingkatkan supaya pengentasan masalah stunting dan kesehatan lainnya dapat tertangani secara kolaboratif.
Dana corporate social responsibility (CSR), sambung Sri Budi, terbukti sangat membantu dalam meningkatkan layanan kesehatan di Kulonprogo. "Ini perlu diupayakan bersama dengan berbagai pihak agar pembangunan dan peningkatan kesehatan lebih maksimal lagi," tuturnya.
Sementara Stakeholder Relation Department Head YIA, Ike Yustina menerangkan bahwa pihaknya juga memiliki program Layanan Kesehatan Keliling di lingkungannya. "Program itu menyasar 300 balita di wilayah kerja bandara selama empat kali dengan total 1.200 paket," terangnya.
Selain itu Bandara YIA juga menyalurkan bantuan, jelas Ike, dengan pemberian 300 paket multivitamin. Selanjutnya General Manager PT Angkasa Pura, Ruly Artha menjelaskan program Layanan Kesehatan Keliling berlangsung dari November, 2024 hingga Februari, 2024 mendatang.
Ruly menegaskan melalui program ini pihaknya berkomitmen pada Sustainable Development Goals (SDGS) yang di antaranya menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. “Semoga dengan program berkelanjutan ini dapat turut membantu kesejahteraan masyarakat. Serta diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup sehat, melalui perbaikan kesehatan lingkungan, gizi, perilaku hidup sehat," tandasnya.
Kepala Dinkes Kulonprogo Sri Budi Utami menyebut kerja sama antara lembaganya dengan Bandara YIA bukan pertama ini dilakukan. Sebelumnya sudah pernah dilakukan sehingga kerja sama itu dilanjutkan dan ditingkatkan tiap tahunnya.
Kerja sama pada 2024 ini, jelas Sri Budi, dilakukan secara fokus untuk menguatkan kesehatan ibu hamil dan balita. Terutama untuk program yang menyasar pencegahan stunting dengan memberikan makanan bergizi tambahan.
Bantuan dana dari Bandara YIA itu, lanjut Sri Budi, akan disalurkan di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap pada 16 posyandu di sana. Ia berharap program serupa dari perusahaan lain di Kulonprogo juga dapat ditingkatkan supaya pengentasan masalah stunting dan kesehatan lainnya dapat tertangani secara kolaboratif.
Dana corporate social responsibility (CSR), sambung Sri Budi, terbukti sangat membantu dalam meningkatkan layanan kesehatan di Kulonprogo. "Ini perlu diupayakan bersama dengan berbagai pihak agar pembangunan dan peningkatan kesehatan lebih maksimal lagi," tuturnya.
Sementara Stakeholder Relation Department Head YIA, Ike Yustina menerangkan bahwa pihaknya juga memiliki program Layanan Kesehatan Keliling di lingkungannya. "Program itu menyasar 300 balita di wilayah kerja bandara selama empat kali dengan total 1.200 paket," terangnya.
Selain itu Bandara YIA juga menyalurkan bantuan, jelas Ike, dengan pemberian 300 paket multivitamin. Selanjutnya General Manager PT Angkasa Pura, Ruly Artha menjelaskan program Layanan Kesehatan Keliling berlangsung dari November, 2024 hingga Februari, 2024 mendatang.
Ruly menegaskan melalui program ini pihaknya berkomitmen pada Sustainable Development Goals (SDGS) yang di antaranya menurunkan angka kematian anak dan meningkatkan kesehatan ibu. “Semoga dengan program berkelanjutan ini dapat turut membantu kesejahteraan masyarakat. Serta diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pola hidup sehat, melalui perbaikan kesehatan lingkungan, gizi, perilaku hidup sehat," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sempat Jadi Pintu Masuk, Exit Tol Tamanmartani Dialihkan Jadi Pintu Keluar Kembali
- Ribuan Orang Padati Pantai Parangtritis, Mayoritas Rombongan Keluarga
- Dishub Kota Jogja Pasang APILL Portable, Ini Lokasinya
- Setelah Lebaran, Mobilitas Warga DIY untuk Silaturahmi
- Mau ke Malioboro? Parkir di Gor Amongraga, Ada Shuttle Bus Siap Mengantar
Advertisement
Advertisement