Ingat! Sertifikat Lomba Bisa Tak Diakui Saat Daftar SPMB 2026
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Susu sapi - Foto dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Gunungkidul mencatat produksi susu sapi di Bumi Handayani dari awal tahun hingga November 2024 mencapai 5.760 liter.
Kepala Bidang Bina Produksi DPKH Gunungkidul, Suyanto mengatakan tidak banyak masyarakat Gunungkidul yang memelihara sapi perah. Sejauh ini, hanya ada empat sapi perah dari empat peternakan di Kalurahan Ngoro-oro, Patuk.
Peternakan sapi di Gunungkidul, kata dia lebih banyak ke penyediaan daging sapi potong. Hal ini disebabkan kondisi alam yang tidak cocok bagi pengembangan sapi perah. Adapun distribusi susu sapi juga hanya di sekitar peternakan.
Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti Wulandari mengatakan sapi perah memerlukan tempat pengembangan yang cocok dengan suhu ideal antara 22 °C–24 °C. Sapi perah pun khusus yang merupakan sapi peranakan sapi negara sub tropis dengan lokal.
Suhu Gunungkidul yang kurang dingin akan menyebabkan pertumbuhan sapi perah tidak maksimal. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan pengembangan pengembangan sapi perah dapat dilakukan dengan jenis sapi lain yang tahan cuaca panas.
BACA JUGA: Gibran Rakabuming Lucurkan Layanan Lapor Mas Wapres, Maksimal 50 Aduan per Hari
“Kalau sapi perah itu, hijauan pakannya harus lebih banyak, karena diambil susunya dan minumnya juga harus banyak,” kata Wibawanti, Senin, (11/11/2024).
Selain itu, peternak juga akan mempertimbangkan pasar susu. Apabila distribusi susu sulit, maka ketertarikan peternak untuk mengembangkan sapi perah minim. Pertimbangan lain adalah penyakit akan mudah menjangkiti sapi perah dibandingkan sapi potong.
DPKH tidak menutup kemungkinan apabila ada investor yang ingin melakukan investasi ke sektor peternakan sapi perah. Menjual susu, kata dia lebih sulit daripada menjual daging sapi.
Disinggung ihwal potensi suplai susu sapi dari Gunungkidul dalam program makan bergizi gratis, Wibawanti mengaku pihaknya lebih mengoptimalkan suplai daging sapi dan ayam.
“Kami menyiapkan ya telur, daging ayam dan sapi, itu yang memungkinkan. Kami juga belum dapat petunjuk teknis program itu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.
Pemerintah bongkar mafia pangan, dari beras oplosan hingga pupuk palsu. Kerugian rakyat ditaksir puluhan triliun rupiah.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.