Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi minuman keras oplosan yang disita dari rumah pelaku pengoplos di Kota Jogja./Istimewa- Polda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah penutupan sejumlah toko miras ilegal di Kota Jogja, Polresta Jogja kini mengalihkan perhatian pada pengawasan peredaran miras oplosan yang beberapa waktu terakhir marak beredar secara di masyarakat.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan langkah ini menjadi bagian dari upaya Polresta Jogja untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang Pilkada 2024. “Ini menjadi tindak lanjut atas penutupan sejumlah outlet miras yang tidak sesuai aturan ini bertujuan mencegah dampak buruk miras oplosan yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan warga,” ujarnya, Rabu (13/11/2024).
Dalam upaya ini, Polresta Jogja bekerja sama dengan Satgas Pangan dan instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan dan penindakan terhadap produksi dan distribusi miras oplosan di Kota Jogja yang bisa dipastikan ilegal. "Selain melakukan pengawasan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran miras oplosan, kami juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya konsumsi miras ilegal," kata dia.
BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan Dicampur Parfum, 3 Pemuda Mungkid Magelang Tewas
Penindakan terhadap miras oplosan ini menjadi prioritas utama, mengingat meningkatnya angka kecelakaan dan tindak kriminal yang seringkali berkaitan dengan konsumsi miras ilegal. Dengan langkah tegas ini, Polresta Jogja berharap dapat menurunkan peredaran miras oplosan dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif menjelang Pilkada 2024. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran miras ilegal dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang bebas dari barang-barang terlarang tersebut,” ujar dia.
Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Probo Satrio, menjelaskan operasi miras masih terus digelar, namun belum ada temuan baru. “Kita tetap razia terus, toko-toko, informasi-informasi yang dia jual eceran dari rumah ke rumah itu kami razia terus,” katanya.
Menurutnya, peredaran miras oplosan akan semakin sulit karena razia dilakukan secara bersama-sama. “Kalau razia kami ini kan beser-besaran dari polres, polsek juga, sehingga kemungkinan kecil mereka membuat oplosan dan berani mengedarkan itu."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Basarnas mengerahkan seluruh unsur SAR di Kalteng mencari 64 korban KM Virgo Transport 8. Sebanyak 179 orang telah ditemukan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.