Advertisement
Setelah Tutup Outlet Penjual Miras, Perburuan Polresta Jogja Kini Beralih ke Miras Oplosan

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Setelah penutupan sejumlah toko miras ilegal di Kota Jogja, Polresta Jogja kini mengalihkan perhatian pada pengawasan peredaran miras oplosan yang beberapa waktu terakhir marak beredar secara di masyarakat.
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Aditya Surya Dharma menjelaskan langkah ini menjadi bagian dari upaya Polresta Jogja untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang Pilkada 2024. “Ini menjadi tindak lanjut atas penutupan sejumlah outlet miras yang tidak sesuai aturan ini bertujuan mencegah dampak buruk miras oplosan yang dapat membahayakan kesehatan serta keselamatan warga,” ujarnya, Rabu (13/11/2024).
Advertisement
Dalam upaya ini, Polresta Jogja bekerja sama dengan Satgas Pangan dan instansi terkait lainnya untuk memperketat pengawasan dan penindakan terhadap produksi dan distribusi miras oplosan di Kota Jogja yang bisa dipastikan ilegal. "Selain melakukan pengawasan di lokasi-lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran miras oplosan, kami juga aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya konsumsi miras ilegal," kata dia.
BACA JUGA: Tenggak Miras Oplosan Dicampur Parfum, 3 Pemuda Mungkid Magelang Tewas
Penindakan terhadap miras oplosan ini menjadi prioritas utama, mengingat meningkatnya angka kecelakaan dan tindak kriminal yang seringkali berkaitan dengan konsumsi miras ilegal. Dengan langkah tegas ini, Polresta Jogja berharap dapat menurunkan peredaran miras oplosan dan menciptakan situasi yang aman serta kondusif menjelang Pilkada 2024. “Kami juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan terkait peredaran miras ilegal dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan yang bebas dari barang-barang terlarang tersebut,” ujar dia.
Kasatreskrim Polresta Jogja, Kompol Probo Satrio, menjelaskan operasi miras masih terus digelar, namun belum ada temuan baru. “Kita tetap razia terus, toko-toko, informasi-informasi yang dia jual eceran dari rumah ke rumah itu kami razia terus,” katanya.
Menurutnya, peredaran miras oplosan akan semakin sulit karena razia dilakukan secara bersama-sama. “Kalau razia kami ini kan beser-besaran dari polres, polsek juga, sehingga kemungkinan kecil mereka membuat oplosan dan berani mengedarkan itu."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

49 Kepala DaerahBelum Jalani Retret, Kemendagri Siapkan Retret Gelombang Kedua
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Lebaran di Terminal Giwangan Diprediksi Memuncak Akhir Pekan Ini
- Mobil Pemudik Asal Bekasi Terbakar di Ngemplak Sleman
- Ini Antisipasi Pengelola Terminal Giwangan Hadapi Puncak Arus Balik
- Hari Ketiga Lebaran, Kendaraan Keluar DIY Meningkat Signifikan
- BMKG Prediksi Cuaca Ekstrem, BPBD Bantul Minta Warga Waspada
Advertisement
Advertisement