20 Kampung di Jogja Sudah Dipasang Hidran, Pajeksan Masih Butuh
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Tangkapan layar kondisi bus yang terguling di sekitar Bukit Bego, Bantul. - SAR DIY Distrik Bantul
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul kembali mengingatkan agar wisatawan yang akan naik ke Kawasan Mangunan tidak melalui jalur Jalan Imogiri-Mangunan.
Kepala Seksi Manajemen & Pelayanan Lalu Lintas, Dishub Bantul, Nur Seta Mulyasari menyampaikan rencana penerapan rekaya lalu lintas tersebut selama libur Nataru dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di sekitar Kawasan Mangunan.
"Beberapa waktu lalu dalam forum lalu lintas ada kesempatan, sementara bus wisata yang akan memasuki objek wisata Mangunan diarahkan melalui Jalan Wonosari," ujarnya, Minggu (17/11/2024).
Seta menambahkan, selain itu, kendaraan pribadi juga akan diarahkan naik ke Kawasan Mangunan melalui jalan tersebut pada Jalur Patuk-Mangunan. Menurut Seta, jalur tersebut relatif tidak memiliki tanjakan yang curam, sehingga pengemudi kendaraan yang berasal dari luar DIY, sekalipun tidak pernah melintas, dinilai dapat mengendari kendaraannya dengan aman. Nantinya wisatawan yang pulang dari Kawasan Mangunan akan memutar dan melintas di jalur tersebut.
Sementara menurut Seta, wisatawan juga diharapkan tidak melintas di Jalan Cinomati. Kondisi jalan tersebut menurut Seta memiliki tanjakan yang curam dan berkelok, sehingga apabila pengemudi tidak terbiasa dengan medan yang ada, maka dikhawatirkan pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya.
BACA JUGA: Lalu Lintas Kawasan Mangunan Dievaluasi, Sistem Satu Arah Jadi Sorotan
"Kalau enggak hafal medan agak kagok. Karena Jalan Cinomati konturnya banyak tanjakan, kalau dari luar kota [dikhawatirkan] belum hafal," katanya.
Seta menambakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Diskominfo Bantul terkait rencana penambahan keterangan di Jalur Cinomati sebagai jalur yang rawan kecelakaan di Google Map. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi wisatawan melintas disana.
Sementara menurut Seta untuk memastikan pengendara melintas di jalur yang telah dipetakan tersebut, Dishub Bantul akan menempatkan petugas di sekitar jalur tersebut.
"Kita akan ada petugas jaga untuk memantau lapangan. Kami mengusahakan agar Nataru lalu lintas lancar, sehingga yang mudik dan berwisata bisa nyaman," katanya.
Kemudian, Dishub Bantul juga akan melakukan ramp check terhadap kendaraan wisata yang ada di kawasan wisata dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan untuk memastikan seluruh kendaraan yang beroperasi selama libur Nataru dalam kondisi aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Hearts2Hearts batal tampil di ITA 2026 dan fansign Jakarta ditunda akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan.
Anak Krakatau erupsi 25 jam. Indonesia memiliki 101 gunung api Holosen dan 71 aktif sejak 1800, terbanyak di dunia untuk kategori tersebut.
Abu vulkanik dapat mencemari makanan dan air serta berdampak pada kesehatan. Kenali risiko dan cara mengurangi paparannya.
Banhubda Kepri memperkuat literasi wawasan kebangsaan dan kecakapan digital masyarakat Kepri di Jogja.
Enam kebakaran terjadi di Kulonprogo dalam sehari pada Minggu, 6 September 2026. Mayoritas dipicu bakar sampah yang merembet.