Event Jogja Mei: TBY Gelar Tari Kontemporer Lintas Generasi
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
Ilustrasi pembangunan Jogja Planning Gallery./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG) yang rencananya dilakukan di area DPRD DIY sampai sekarang masih terus bergulir.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti mengatakan saat ini proses pembangunan JPG masih terfokus pada kajian konten yang akan disajikan di dalam galeri.
Hingga kini pihaknya masih menunggu hingga gedung DPRD DIY yang baru selesai dibangun terlebih dahulu. “JPG saat ini baru kajian konten untuk pembangunan masih menunggu gedung DPRD DIY baru yang di Jalan Kenari jadi,” kata Anna, Rabu (20/11/2024).
Selain itu, mengingat lokasi pembangunan JPG berada di sumbu filosofi, sebuah kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, maka diperlukan kajian mendalam terkait dampak pembangunan terhadap warisan budaya tersebut. “Tahun depan untuk JPG ada kajian HIA [Heritage Impact Assessment] karena akan dibangun di sumbu filosofi,” jelasnya.
HIA merupakan sebuah kajian yang bertujuan untuk menilai dampak potensial dari suatu proyek terhadap nilai budaya dan sejarah suatu kawasan. Dengan adanya kajian ini, diharapkan pembangunan JPG dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian warisan budaya Jogja.
“Dengan adanya pembangunan JPG, maka perlu tetap menjaga kelestarian sumbu filosofi tersebut. Adanya pembangunan tetap sinergi dengan pelestarian warisan budaya,” ungkapnya.
Sementara Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Joko Susilo mengatakan, proses pembangunan gedung DPRD DIY yang baru di Jalan Kenari proses review oleh manajemen konsultan telah selesai dan tender konstruksi fisik sedang dalam tahap persiapan.
"Setelah melalui proses review yang cukup panjang, akhirnya kita bisa memasuki tahap tender untuk konstruksi fisik gedung baru DPRD DIY. Dokumen tender sudah kami kirimkan ke Badan Layanan Pengadaan (BLP) untuk dilakukan review lebih lanjut," ungkapnya.
BACA JUGA: Jalan Perwakilan Jadi Pintu Masuk JPG Malioboro, PKL Harus Pindah
Joko menambahkan bahwa jadwal pelaksanaan tender sepenuhnya bergantung pada keputusan BLP. Tetapi pihaknya optimistis proses tender dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik gedung dapat dimulai pada tahun depan. "Target kita, pembangunan fisik gedung DPRD DIY yang baru bisa selesai pada 2026. Sehingga, pada 2027, para anggota DPRD DIY sudah bisa pindah ke gedung baru," imbuhnya.
Untuk mewujudkan pembangunan gedung DPRD DIY yang baru ini, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah menganggarkan dana sebesar Rp370 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran tersebut akan digunakan untuk seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pembangunan fisik.
"Kalau dari dokumen kerja sama Pemda DIY dengan DPRD DIY beberapa waktu lalu anggarannya segitu Rp370 miliar dan itu multiyear."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
TBY menggelar Ekspresi Seni Kontemporer Lintas Generasi di Jogja dengan menghadirkan tiga koreografer dari generasi berbeda.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.