Santri di Sleman Bisa Daftar SPMB Jalur Domisili Wilayah
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Ilustrasi pencoptan alat peraga kampanye (APK) Pemilu 2024. - Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satpol PP Kabupaten Gunungkidul mulai mencopoti alat peraga kampanye (APK) milik ketiga Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah di hari pertama masa tenang, Minggu (24/11/2024).
Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Gunungkidul, Edy Winarto mengatakan pencopotan APK melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Polres, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan Panwascam. Rute hari pertama meliputi Kapanewon Wonosari, Karangmojo, Ponjong, Playen, dan Patuk.
Adapun APK yang melanggar aturan pemasangan selama masa kampanye telah dicopot pada Selasa (8/10) dan Rabu (9/10). APK tersebut tersebar di Kapanewon Wonosari, Playen, Patuk, Semanu, Rongkop, Girisubo, Karangmojo, Semin, Ngawen, Gedangsari, dan Nglipar. Totalnya mencapai 120 APK.
BACA JUGA: Polres Gunungkidul Bakal Terjunkan Ratusan Personel Pengamanan Pilkada 2024
Kepala Satpol PP Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan pihaknya mengerahkan 30 personel dan tiga kendaraan selama masa tenang untuk mencopot APK.
“Kami sudah berbagai tugas juga dengan pelaksana Pilkada sekitar TPS, kalurahan, dan kapanewon agar semua bergerak. Dengan begitu, pecopotan atribut kampanye dalam satu hari bisa bersih,” kata Edy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Sleman 2026 jalur Domisili Wilayah beri kemudahan bagi santri dan anak panti asuhan untuk mendaftar sekolah. Simak syarat dan jadwal lengkapnya.
Potong hewan kurban berisiko picu infeksi kulit. Simak tips dokter agar tetap aman saat Iduladha.
PLN memulihkan listrik lebih dari 1,5 juta pelanggan di Sumatra usai gangguan SUTET akibat cuaca ekstrem.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.