Malioboro Bakal Bebas Rokok Total, Pelanggar KTR Langsung Didenda
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Sejumlah pemukiman terendam banjir akibat hujan dengan intensitas deras di wilayah Bantul, Senin (1/5/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul akan mendirikan pos banjir longsor (bansor) di semua kalurahan. Pendirian pos bansor tersebut untuk mengantisipasi potensi kebencanaan di setiap wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul Antoni Hutagaol menyampaikan tahun ini pos banjir dan longsor akan didirikan di semua kalurahan, berbeda dengan tahun lalu yang hanya didirikan di 36 kalurahan. Antoni menilai setiap kalurahan memiliki potensi kebencanaan masing-masing sehingga tahun ini pos bansor didirikan di semua kalurahan.
"Kita akan koordinasikan pos bansor di 75 kalurahan pekan ini," katanya, Minggu (24/11/2024).
BACA JUGA : Bantul Berlakukan Status Siaga Banjir dan Longsor hingga 31 Desember 2024
Dia menuturkan di 75 pos bansor tersebut akan ada forum pengurangan risiko bencana (FPRB) yang akan berjaga setiap hari. Anggita FPRB pun akan melakukan beberapa langkah antisipasi kebencanaan selama menghadapi musim hujan. Ketika terjadi bencana mereka akan melakukan evakuasi terhadap korban kebencanaan.
Pihaknya masih akan megecek kesiapan peralatan untuk penanganan kebencanaan di setiap kelurahan. "Kita akan liat kondisi peralatan pos [bansor] di desa dan peralatan tambahan yang diperlukan," katanya.
Peralatan kebencanaan perlu disiapkan sebelum kejadian kebencanaan terjadi. Menurut dia, setiap wilayah telah memiliki peralatan dasar untuk penanganan kebencanaan banjir dan longsor, seperti senter dan mantol. Meski begitu, alat-alat tersebut perlu diliat kondisi dan jumlah yang tersedia. Nantinya, apabila ada kebutuhan, pihaknya akan mengajukan tambahan peralatan penanganan kebencanaan dari BPBD DIY atau BNPB.
BACA JUGA : BPBD Bantul Sebut 2.000 KK Tinggal di Kawasan Rawan Bencana Longsor
Saat ini status siaga banjir longsor dan angin kencang telah berlaku hingga 31 Desember 2024. Melihat situasi yang ada, Antoni mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik terhadap potensi kebencanaan yang ada. Namun, dia meminta masyarakat tetap waspada ketika terjadi hujan dengan angin kencang.
"Masyarakat diharapkan dapat berlindung di tempat yang aman [ketika hujan angin kencang]," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja percepat revisi Perda KTR. Malioboro jadi kawasan bebas rokok, pelanggar langsung kena denda tanpa sidang.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.
Barcelona gagal mencapai 100 poin usai kalah dari Deportivo Alaves. Hansi Flick tetap puas dengan performa pemain muda Blaugrana.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.