Advertisement
Popularitas Diakui Warga, 2 Tersangka Jual Beli Bayi Jogja Ternyata Tak Punya SIP Bidan
Rumah bersalin di Tegalrejo (pagar abu-abu) yang menjadi TKP jual beli bayi. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani memastikan dua bidan berinisial DM dan JE tak punya surat izin praktik (SIP) bidan. Keduanya merupakan tersangka tindak pidana jual beli bayi yang dilakukan di sebuah klinik persalinan di Kemantren Tegalrejo, Kota Jogja.
"Bidan inisial DM dan JE saat ini tidak memiliki Surat Izin Praktik [SIP] sebagai bidan sehingga tidak memiliki kewenangan untuk praktik kebidanan," ujar Emma, Jumat (13/12/2024).
Advertisement
Emma menambahkan pada setiap SIP yang diterbitkan mengandung klausa bagi bidan untuk menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku serta standar profesi.
Emma mengatakan jika memang terjadi pelanggaran perundang-undangan, maka proses selanjutnya diserahkan kepada pihak kepolisian. "Adapun pelanggaran perundang undangan, penyelidikan dan penyidikan kewenangan aparat penegak hukum," kata dia.
BACA JUGA: Kasus Perdagangan 66 Bayi Jogja, Orang Tua Kandung Dipanggil Polisi, Pembeli Jadi Saksi
Sementara, salah satu warga Tegalrejo, Rio mengaku tak tahu soal kabar ditangkapnya dua bidan yang berdomisili tak jauh dari tempat tinggalnya itu.
Hanya saja, Rio mengatakan kedua bidan itu memang sudah dikenal sebagai bidan legend sejak dia kecil dulu. Dia menyebut penunjuk jalan lokasi rumah bersalin itu sempat dipasang di gang terdekat. Tetapi kini penunjuk jalan itu sudah dilepas.
"Sudah lama banget [operasional], saya masih TK terkenal Bu Bidan. Tahunya cuma tempat lahiran saja beliau terkenal pernah Ketua Bidan Jogja atau bagaimana, dulu banget masih saya kecil. Terkenal lah," ucap Rio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kemenhub Perkuat Pengawasan Laut demi Keselamatan Pelayaran
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Damkar Sleman Evakuasi Ular Sanca 3,5 Meter di Tempel
- Kasus Leptospirosis Gunungkidul 2025 Capai 30 Orang, 1 Warga Meninggal
- YKC10K 2026 Digelar 8 Februari, Tantang 1.000 Pelari di Jogja
- Ilmu Komunikasi Unisa Gandeng UiTM Perkuat Publikasi Internasional
- Perempuan Ditemukan Tewas di Banguntapan, Polisi Telusuri Penyebabnya
Advertisement
Advertisement



