DBD Kota Jogja Turun Jadi 82 Kasus, Warga Diminta Tetap Waspada
Kasus DBD Kota Jogja turun dari 233 menjadi 82 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes memperkuat PSN 3M Plus jelang musim hujan.
Petugas mengolah sampah di ITF Niten pada Minggu (19/12/2024)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul akan menambah alat pengolahan sampah di Intermediate Treatment Facility (ITF) Niten tahun depan. Penambahan alat tersebut untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di sana.
Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho menyampaikan penambahan alat tersebut untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dari 5 ton per hari menjadi 20 ton per hari. "Penambahan alat [pengolah sampah] menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD]," ujarnya, Minggu (29/12/2024).
Bambang menyebut untuk mengejar target peningkatan kapasitas sampah yang mampu diolah di ITF Niten, pihaknya akan menambah rotary drying atau alat pengering sampah dan modul pengolah Refuse Derived Fuel (RDF).
Kemudian, pihaknya juga melakukan penataan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar mampu mengolah limbah dari tambahan kapasitas sampah yang diolah.
Bambang menuturkan alokasi anggaran yang dikucurkan untuk menyelesaikan proyek tersebut mencapai Rp5,3 miliar.
BACA JUGA: Diuji Coba sejak 2 Pekan Lalu, Begini Hasil Evaluasi Kerja Pengolahan Sampah di ITF Niten
Dia menargetkan, pengolahan sampah disana dapat rampung pada pertengahan tahun 2025. "Jangka waktu rampung sekitar Mei hingga Juni 2025," ujarnya.
Sementara Penanggungjawab ITF Niten, Rahmat Riyadi menuturkan kapasitas pengolahan sampah ITF Niten belum menentu. Setiap hari, ITF Niten mampu mengolah sekitar 6 ton. Sampah tersebut berasal dari sampah pasar dan sampah masyarakat sekitar.
Dia mengaku sampah masyarakat yang diolah di ITF Niten jumlahnya lebih tinggi dibandingkan dengan sampah pasar yang diolah. "Sampah dari luar pasar bisa mencapai dua Tossa [motor roda tiga], dengan kapasitas masing-masing Tossa sekitar 400 kilogram. Kemudian ada sampah dari dump truck sekitar 2,5 ton," ujarnya
Dia mengaku sampah yang ada pun belum dipilah. Sampah organik dan organik masih bercampur. Hal itu menurutnya menjadi kendala petugas untuk mengolah sampah yang ada, karena petugas perlu waktu lebih lama untuk mengolah sampah karena harus membongkar sampah sebelum masuk ke alat pengolahan. "Ada sampah pampers juga, padahal itu enggak bisa kita olah," katanya.
Dia pun berharap agar rencana penambahan alat untuk pengolahan sampah tahun depan mampu mendukung pengolahan sampah di tempat itu. "Karena alat yang ada sekarang belum mampu mengolah sampah hingga 10 ton," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Kota Jogja turun dari 233 menjadi 82 kasus hingga Agustus 2026. Dinkes memperkuat PSN 3M Plus jelang musim hujan.
Pemkot Jogja sidak Alkid usai viral dugaan pungutan pelaku usaha. Wawali Wawan Harmawan meminta persoalan diklarifikasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 19 September 2026 dari Stasiun Palur ke Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan tiap stasiun.
PSIM Jogja kalah 2-1 dari Madura United setelah unggul lebih dulu. Van Gastel menilai laga seharusnya sudah dikunci sejak babak pertama.
Penembakan terjadi di Banga National High School, Filipina. Tiga orang tewas, termasuk terduga pelaku, dan delapan lainnya terluka.
Huawei MatePad Air 2026 resmi dijual di Indonesia seharga Rp13.999.000. Simak spesifikasi, fitur AI, layar, baterai, dan aksesori.