Toilet Sudah Dibersihkan tapi Tetap Bau? Ini Solusinya
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ilustrasi pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Kalangan peternak di Bantul mulai resah akan penularan Penyakit Mulut dan Kuku di wilayah mereka.
Salah satunya, Santoso, 33, peternak dari Seloharjo, Pundong yang meski sampai saat ini sapi yang dipeliharanya tidak ada yang positif PMK, tetapi tetap merasa cemas karena adanya penularan PMK. "Karena adanya PMK telah berdampak kepada penurunan harga sapi yang sehat. Penurunan bahkan bisa mencapai Rp2 juta. Dari semula Rp17 juta per ekor menjadi Rp15 juta per ekor," ujar dia.
Untuk mencegah penularan PMK, Santoso mengaku telah melakukan antisipasi. Salah satunya dengan menjaga kebersihan kandang.
Hal sama juga dilakukan oleh peternak sapi di Murtigading, Sanden, Budi. Budi terus menjaga kebersihan kandang agar sapi yang dipelihara terhindar dari PMK. "Untuk harga memang ada penurunan sejak adanya PMK. Turun sekitar Rp3 juta per ekor. Dan, dibandingkan 2022, PMK kali ini memang lebih parah karena bisa tiba-tiba sapi mati," jelasnya.
Budi juga mengungkapkan, dengan adanya PMK, dirinya saat ini memilih untuk tidak membeli sapi dari peternak lokal di Bantul. Agar sapi terhindar dari PMK, Budi juga mengoptimalkan penyemprotan disinfektan di kandang, pada pagi dan sore hari. "Vitamin juga saya suntikan lima hari sekali. Karena saya tidak ingin sapi yang dipelihara terinfeksi PMK," ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Bantul Novriyeni mengatakan dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah sapi yang mati karena PMK tahun ini cukup besar. Sebab pada 2023, tidak ada sapi yang mati karena PMK. "Tetapi pada 2022 pas puncak wabah itu ada 400 ekor yang mati," jelasnya.
Sementara terkait dengan kapanewon yang berpotensi adanya penambahan kasus PMK, Novriyeni mengungkapkan ada dua kapanewon, yakni Imogiri dan Kretek.
Untuk kapanewon Imogiri, penambahan kasus mungkin terjadi karena di sana, ada pasar hewan Imogiri yang selama ini menjadi tempat keluar masuk penjualan ternak sapi. "Itu sapi yang sakit dan mati biasanya dari pembelian sapi dari Pasar Siyono, Gunungkidul. Sapi itu biasanya didatangkan dari Jawa Timur. Selain itu ada kapanewon Pleret yang letaknya berbatasan. Meskipun sampai saat ini di Pleret belum ada kasus," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.
Media Bangladesh menyoroti Timnas Indonesia jelang laga penentu Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK, Kamis (1/10/2026)