UMKM Sleman Terkendala Digitalisasi, Keuangan hingga Keamanan Data
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Dokter hewan Puskeswan Sanden memeriksa kondisi sapi positif PMK di Kapanewon Srandakan, Senin (13/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Bantul mencatat terjadi pertambahan jumlah ternak yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). DKPP Bantul meminta agar peternak melakukan vaksinasi mandiri.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakan pihaknya fokus melakukan penanganan PMK di wilayah Bantul karena dalam tiga hari terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus. “Ada peningkatan [sapi terkena PMK]. [Sapi] yang mati ada 37 ekor dan sakit ada 337 ekor,” ujarnya, Kamis (16/1/2025).
BACA JUGA: Kasus PMK Meluas, DIY Ajukan 100.000 Dosis Vaksin
Dia pun meminta peternak memberikan vaksin PMK terhadap sapi-sapinya untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut. “Kami mengimbau vaksin mandiri, tidak hanya dari pusat. Terutama yang perekonomiannya agak [mampu melakukan vaksinasi mandiri],” ujarnya.
Menurut Joko, pemerian vaksin PMK dapat mencegah agar sapi yang sehat tidak terkena PMK. Namun, selama ini Pemkab Bantul hanya menyalurkan alokasi vaksin PMK dari pemerintah pusat.
“Vaksin nanti [Februari 2025]. [Alokasi vaksin PMK] Bantul terbesar dibanding kabupaten lain kita dapat 30.000,” ujarnya.
Jumlah vaksin tersebut pun terbatas, hanya ditujukan bagi 30.000 ekor sapi, padahal ada 70.000 ekor sapi di Bantul. Joko mengaku anggaran terbatas menyebabkan vaksin PMK hanya mampu menyasar kurang dari 50% populasi sapi di Bantul.
Dia pun mengaku ada penurunan harga jual sapi dengan merebaknya penyakit tersebut. “Iya ada [penurunan harga jual sapi]. Karena itu kita ada komunikasi, informasi dan edukasi [KIE] kepada masyarakat [mengenai PMK],” ujarnya.
Menurut Joko, masyarakat dapat mengkonsumsi daging hewan yang terkena PMK. “Jadi masyarakat tidak usah trauma dengan adanya PMK. PMK bukan zoonosis tidak menular [pada manusia], tidak terus dijual. Kita disinfektan, kita obati,” ujarnya. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 112.212 UMKM di Sleman menghadapi tantangan digitalisasi, mulai dari literasi digital, pengelolaan keuangan hingga keamanan data.
Kia Tasman mendapat dokumen homologasi di Filipina. Pickup bermesin diesel 2.200 cc ini terdaftar bersama varian kendaraan komando taktis.
Alex Marquez dipastikan absen di MotoGP Qatar 2026 untuk menjalani operasi bahu kanan. Pembalap Gresini Ducati itu membidik comeback di Portugal.
Tanggal 2 November 2026 diperingati sebagai Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis dan Hari Arwah.
Menggunakan satu password untuk banyak akun berisiko membuka akses peretas ke email, media sosial, hingga layanan keuangan. Simak cara mengamankannya.
Arsenal memimpin klasemen Liga Inggris dengan 24 poin setelah mengalahkan Liverpool. Manchester City tertinggal tiga poin di posisi kedua.