Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Prosesi panen perdana padi melalui program irigasi perpompaan yang dikembangkan di Padukuhan Tobong, Sambirejo, Ngawen. Senin (13/1/2025). /Istimewa Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Petani di Padukuhan Tobong, Sambirejo, Ngawen mulai panen raya padi di musim tanam pertama. Keberhasilan ini tak lepas adanya program irigasi perpompaan yang dikembangkan di 2024.
Ketua Kelompok Tani Ngudi Makmur di Padukuhan Tobong, Mursiyo mengatakan, panen padi mulai dilaksanakan pada Senin (13/1/2025). Total lahan yang dipanen seluas satu hektare. “Panennya bagus dan ini sangat mengembirakan,” kata Mursiyo, Kamis (16/1/2025).
Dia menjelaskan, padi yang ditanam berjenis Inpari 42. Hasil pengubinan yang dilakukan mampu menghasilkan paling banyak 8,4 ton gabah kering giling per hektarenya. “Kalau dirata-rata dari total keseluruhan lahan yang panen mencapai 6,5 ton gabah kering giling per hektarenya,” ungkapnya.
BACA JUGA : Petani di Klaten Gunakan Pompa Irigasi dengan Listrik Tenaga Surya
Mursiyo menjelaskan, keberhasilan panen padi lebih awal tak lepas dari program irigasi perpompaan yang dikembangkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul. Berkat program ini, maka pada akhir September 2024 sudah bisa melakukan penanaman padi sehingga Januari ini dapat memetik hasil panen tersebut.
“Memang kita mendahului masa tanammnya. Ini berhasil berkat adanya bantuan irigasi perpompaan yang diberikan ke kelompok tani,” katanya.
Ketua Tim Sarana dan Prasarana Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Yatimah mengatakan, pemeritnah berkomitmen untuk memperkuat ketahanan pangan di Masyarakat. Oleh karena itu, berbagai program dijalankan untuk mewujudkan swasembada pangan ini.
Salah satu yang dilakukan dengan melaksanakan program irigasi perpompaan. Tahun lalu, kata dia, total ada bantuan pembangunan irigasi perpompaan di 39 lokasi di Bumi Handayani.
“Kami bersyukur bisa berhasil karena sudah mulai membuahkan hasil dengan dilaksanakannya panen raya padi dari program irigasi perpompaan. Harapannya lewat program ini dapat menambah pertanaman padi di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA : Kelompok Tani di Sleman Dapat Bantuan Dana untuk Irigasi Pompa
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menambahkan, panen padi di Padukuhan Tobong melalui program irigasi perpompaan baru awal. Pasalnya, setelah ini Gunungkidul segera memasuki masa panen raya padi.
“Harapanya hasil dari panen bisa optimal sehingga penguatan terhadap ketahanan pangan benar-benar diwujudkan. Apalagi Gunungkidul juga masuk sebagai lumbung pangan di DIY,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini, Selasa 22 September 2026, dominan berawan. Suhu di DIY diprediksi mencapai 32 derajat Celsius.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Selasa 22 September 2026, tersedia di MPP Kulonprogo pukul 08.00-12.00 WIB. Cek syarat lengkapnya.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling dan layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jadwal, jam pelayanan, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku berjudul Merakit Ayodya di Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja