Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Ilustrasi vaksin PMK./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah sapi yang terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bantul bertambah. Untuk itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mendorong agar peternak melakukan vaksinasi terhadap sapinya.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo membenarkan adanya penambahan jumlah sapi yang terkena PMK di Bantul.
DKPP Bantul mencatat hingga 19 Januari 2025 ada 369 ekor sapi yang sakit, 39 ekor sapi yang mati, dan ada tiga ekor sapi yang dipotong secara paksa untuk mencegah kematian sapi karena PMK. Sementara ada 13 sapi yang sembuh dari PMK.
Joko mengimbau agar peternak melakukan vaksinasi pada sapi yang sehat untuk mengantisipasi peningkatan kasus PMK.
Dia menuturkan peternak dapat memperoleh vaksin secara gratis di puskesmas hewan (puskeswan) terdekat. “Vaksin sudah bisa diakses,” ujarnya di Poncosari, Srandakan, Selasa (21/1/2025).
Dia menuturkan pada Januari 2025, vaksin PMK yang telah turun mencapai 3.250 dosis. Sementara nantinya secara bertahap vaksin PMK akan disalurkan ke Bantul tahun ini. “Kami mendapat 33.080 dosis,” ujarnya.
BACA JUGA: Tekan Kasus PMK, 14 Puskeswan Disiagakan Melayani Vaksinasi Ternak
Joko pun mengimbau agar peternak yang sapinya mengalami gejala PMK dapat memeriksakan ternaknya ke puskeswan terdekat.
Sementara Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Segoroyoso (PPDS), Rejo Mulyo mengaku ada beberapa sapi di Segoroyoso yang mengalami gejala PMK. Beberapa gejala yang dialami sapi di sana antara lain mulut yang keluar banyak air liur.
Namun, pemilik memilih untuk mengobati sapi tersebut secara mandiri. “[Sapi] Sakit tidak dipanggil dokter [hewan], ditangani sendiri. Kami pakai ramuan dari tumbuhan, pengobatan tradisional dengan garam,” ujarnya.
Rejo tidak menyebut secara pasti komposisi ramuan yang digunakan peternak disana. Namun, menurutnya, ramuan tersebut mampu menyembuhkan sapi yang mengalami gejala PMK. Dia pun mengklaim belum ada sapi yang mati karena PMK di Segoroyoso. “Kami sudah praktek [menggunakan ramuan tradisional mengobati sapi yang sakit] puluhan tahun,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.