Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi orang meninggal - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Seorang warga lansia ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Terban, Gondokusuman, Selasa (11/2/2025) malam. Jenazah korban sudah dalam kondisi membusuk, diduga sudah meninggal beberapa hari yang lalu.
Kapolsek Gondokusuman, Kompol Ardi Hartana, menjelaskan lansia tersebut berinisial B, 70 tahun. Berdasarkan keterangan salah satu saksi, terkhir kali berkomunikasi dengan korban pada 8 Februari 2025 lalu.
BACA JUGA: Diduga Depresi, Pria Paruh Baya di Jogja Ditemukan Meninggal Dengan Mulut Berbusa
“Keesokan harinya, Minggu [9/2/2025], saksi bersama penghuni lainnya mencium bau tidak sedap. Mereka mengira bau tersebut berasal dari bangkai tikus sehingga tidak menaruh kecurigaan lebih lanjut,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).
Kemudian pada Selasa (11/2/2025), pukul 17.00 WIB, saksi pertama kembali mencium bau busuk yang semakin menyengat setelah keluar dari kamar mandi. Ia mencoba mengetuk pintu korban, tetapi tidak ada respons.
Merasa ada yang tidak beres, ia kemudian memanggil saksi kedua anggota keluarga korban. “Setelah pintu dibuka, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan posisi telentang dan tubuh yang telah membusuk,” katanya.
Kedua saksi segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Gondokusuman. Polisi pun segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Jenazah korban kemudian ditangani oleh tim Inafis Polresta Jogja dan dievakuasi ke RSUP Dr. Sardjito oleh PMI Kota Jogja.
“Hasil pemeriksaan awal, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di sekitar jenazah ditemukan beberapa jenis obat, seperti obat batuk, obat radang, dan obat pereda nyeri. Sehingga tidak menutup kemungkinan, korban meninggal dunia akibat faktor usia serta memiliki riwayat penyakit,” kata dia.
BACA JUGA: Jatuh ke Sumur, Warga Godean Sleman Meninggal Dunia
Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap warga lansia, terutama mereka yang hidup sendiri. Pengurus kampung dan tetangga diharapkan dapat lebih aktif memperhatikan kondisi para lansia agar kejadian serupa dapat dihindari.
“Selain itu, penting bagi keluarga untuk tetap menjaga komunikasi dengan anggota keluarga yang tinggal sendiri guna memastikan kesejahteraan dan keselamatan mereka,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.