Advertisement
Latih Pengusaha Jasa Boga, Dinkes Jogja Pastikan Keamanan Pangan Siap Saji
Suasana pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Sinduadi Timur pada Jumat (17/1/2025). - Harian Jogja // Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Kota Jogja berkomitmen untuk memastikan olahan pangan siap saji yang hadir di masyarakat aman melalui penanganan serta pengelolaan yang baik dan benar. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui pelatihan keamanan pangan.
Kabid Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Eko Rahmadi, menjelaskan sesuai amanat Undang-Undang, pemerintah harus memastikan pangan yang aman bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan keamanan pangan siap saji.
Advertisement
BACA JUGA : Ada Penolakan MBG di Papua, Begini Respons Istana
“Keamanan pangan ini jadi hal fundamental bagi usaha jasa boga seperti restoran, kedai, katering, termasuk juga hotel dalam memproduksi pangan siap saji yang aman, layak, dan bermutu sehingga tercipta jaminan keamanan pangan bagi konsumen ataupun masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2025).
Pelatihan keamanan pangan siap saji secara rutin digelar antara enam sampai tujuh kali dalam setahun, dengan jumlah sasaran 50 peserta setiap angkatan. Pelatihan tersebut terbuka secara gratis bagi pelaku usaha jasa boga yang berada di wilayah Kota Jogja.
“Pelatihan keamanan pangan ini menjadi pelengkap sertifikasi layak sehat dan layak hygine yang melekat pada usaha jasa boga, untuk mengakses informasi lengjap dan mendaftarnya bisa melalui aplikasi Jogja Smart Service pada menu Sertifikasi Laik Sehat,” paparnya.
Keamanan pangan olahan siap saji adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, fisik dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia sehingga aman untuk dikonsumsi.
“Saat ini sedang disusun Rancangan Peraturan Daerah [Perda] tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan, bersama lintas perangkat daerah untuk menciptakan ekosistem keamanan pangan yang semakin baik bagi masyarakat, pelajar serta wisatawan di Kota Jogja,” imbuhnya.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Sertifikasi dan Lisensi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Jogja, Umi Nur Chariyati, menuturkan sertifikat dari pelatihan keamanan pangan siap saji itu melekat pada setiap peserta atau per orang. Seingga bagi usaha jasa boga harapannya setiap penjamah makanan itu bersertifikasi.
BACA JUGA : Program Makan Bergizi Gratis Dimulai di DIY
“Pelaksanaan pelatihan bekerja sama dengan BPOM, kemudian UGM, berkaitan dengan keamanan pangan siap saji mulai dari pemilihan bahan, penyimpanan, produksi, pengemasan, distribusi sampai dengan siap disajikan untuk konsumen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Merespons Latihan AS-Korsel, Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik
Advertisement
Destinasi Wisata dengan Panorama Samudera dari Atas Karang Gunungkidul
Advertisement
Berita Populer
- Dishub DIY Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 Terjadi Dua Gelombang
- 208 Dapur MBG DIY Dihentikan, SLHS Jadi Syarat Operasional
- Dinkes Sleman Siagakan Fasyankes 24 Jam Saat Lebaran 2026
- Jelang Lebaran, Karyawan PT SAK Tuntut Sisa Gaji Dibayar
- 7.993 Siswa SMP di Gunungkidul Bersiap Ikuti TKA April 2026
Advertisement
Advertisement







