Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta saat meninjau pelaksanaan makan bergizi gratis di SMP Negeri 1 Wonosari, Selasa (18/2/2025). Foto Istimewa Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Sunaryanta meninjau pelaksanaan program makan bergizi gratis di SMP Negeri 1 Wonosari, Selasa (18/2/2025). Ia memastikan, menu yang disajikan sudah memenuhi kriteria empat sehat lima sempurna.
“Menunya komplit karena ada nasi, sayuran, lauk, buah dan susu,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Selasa siang.
Dia menegaskan, pemkab mendukung penuh pelaksanaan program makan bergizi gratis yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program dijalankan untuk meningkatkan gizi pada anak sehingga dapat tumbuh dengan cerdas dan pintar sehingga dapat menjadi generasi emas dan unggul.
Menurut Sunaryanta, program ini baru saja dimulai di Gunungkidul, sehingga wajar saat ada kekurangan. Namun, ia menyakini kekurangan yang ada dapat diperbaiki agar pelaksanaan dapat semakin baik. “Butuh waktu dan kesiapan agar program makan bergizi gratis dapat berjalan dengan optimal,” katanya.
Ia berharap kepada pelaksana program ini untuk memperhatikan variasi menu yang disajikan. Setiap hari harus ada menu berbeda guna memastikan para siswa tidak bosan dengan makanan tersebut. “Variasi menu ini harus diperhatikan untuk kelancaran dalam pelaksanaan program,” katanya.
Komadan Kodim 0730/GK, Letkol Inf Roni Hermawan mengatakan, soft launching makan bergizi gratis di Gunungkidul berlangsung Senin (17/2/2025). Pelaksanaannya juga belum semuanya karena program baru terlaksana di Kapanewon Wonosari dan Tepus.
Dia menjelaskan, untuk dapur sehat yang berada di kompleks Kodim dipersiapkan sejak Juli 2024 lalu. Adapun dapur sehat di Kapanewon Tepus merupakan rekanan yang bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional.
“Diperkirakan ada sekitar 120.000 penerima program makan gratis. Untuk bisa melayani semuanya membutuhkan tambahan sekitar 40 dapur sehat dan proses penyediaan masih terus dilakukan,” kata Roni.
Ia memastikan selama soft launching upaya evaluasi akan terus dilakukan dengan tujuan program dapat berjalan dengan lancar dan baik. Menurut dia, masukan dari para siswa yang mendapatkan makan gratis juga penting karena bisa menjadi acuan dalam memberikan menu untuk disajikan.
“Yang jelas ada menu yang berbeda setiap harinya dengan tujuan agar para siswa tidak bosan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan program makan bergizi gratis benar-benar bisa terlaksana seluruhnya di Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Jadwal KA Bandara YIA Selasa 15 September 2026 tersedia 24 perjalanan, dengan keberangkatan YIA mulai 04.20 WIB dan Tugu 05.16 WIB.
ETLE Hub mendeteksi 46.034 kendaraan angkutan barang dengan total 72.236 deteksi selama pengawasan 10 Agustus hingga 10 September 2026.
KRI Canopus dikerahkan mencari korban KM Virgo Transport 8 dengan teknologi bawah laut setelah cuaca buruk menghambat penyelam.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 15 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur, mulai pukul 05.00 hingga 20.42 WIB.