148 Pegolf Ramaikan Bupati Sleman Cup, Sport Tourism Jadi Andalan
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Anggota Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) sedang melakukan aksi gelar banner sebagai respon lambatnya penetapan tersangka kasus dugaan korupsi hibah pariwisata di Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Rabu (19/2/2025). – Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) kembali menggelar aksi gelar banner di tiga perempatan di Kabupaten Sleman pada Rabu (19/2/2025). Aksi ini merupakan upaya ARPI dalam mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman untuk segera menetapkan tersangka dugaan korupsi hibah pariwisata di Bumi Sembada.
Anggota ARPI, Abdullah Deny mengatakan dana hibah pariwisata tersebut penting dalam menyejahterakan masyarakat melalui pemajuan dan pengembangan sektor pariwisata dan sektor yang berkaitan.
“Sudah sejak lama belum ada penetapan tersangka. Kalau mau menetapkan tersangka ya harapan kami langsung ke akarnya,” kata Deny ditemui di Lapangan Denggung, Rabu (19/2/2025).
Deny mengaku masyarakat tidak dapat memutuskan perkara tersebut. Masyarakat hanya berupaya membantu dengan data dan kesaksian. Sebab itu, dia ingin aparat penegak hukum dapat segera menetapkan tersangka.
“Kalau bisa Maret segera ditetapkan. Biar jadi contoh Kejaksaan Negeri lain lain. Dana hibah dulu ini diselesaikan dulu lah,” katanya.
Kepala Kejari Sleman, Bambang Yunianto mengatakan pihaknya telah memeriksa 315 saksi dalam kasus dugaan korupsi hibah pariwisata di Kabupaten Sleman. Hanya, dia mengaku proses penyidikan masih berjalan.
“Proses penyidikan masih kami lakukan dalam rangka untuk mengumpulkan keterangan dari para saksi. Kami kumpulkan keterangan dari saksi. Ada yang perlu kami perdalam ya kami perdalam. Kami terbuka dan transparan kok prosesnya,” kata Bambang.
BACA JUGA: Kota Jogja Terancam Tumpukan Sampah di Bulan Ramadan, Ini Komentar Sekda DIY
Kasus tersebut berawal dari pemberian dana hibah pariwisata oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada Pemkab Sleman pada 2020. Dana hibah yang diselidiki Kejari nilainya sekitar Rp10 miliar. Kejari kemudian melakukan penyelidikan hingga tahap penyidikan.
Belum lama ini, pada Kamis (12/12/2024), Kejari Sleman memeriksa Raudi Akmal sebagai saksi dalam kasus tersebut.
Ada 30 pertanyaan yang harus Raudi jawab selama proses pemeriksaan. Hasil pemeriksaan tersebut menyatakan Kejari tidak melihat korelasi jabatan Raudi sebagai anggota DPR dengan dugaan korupsi.
Sehari sebelum Raudi diperiksa Kejari, ayahnya bernama Sri Purnomo juga menjadi salah satu saksi yang diperiksa untuk kasus yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Cup 2026 diikuti 148 pegolf dari berbagai daerah. Turnamen ini menjadi strategi Pemkab Sleman memperkuat sport tourism dan pembinaan atlet.
Indonesia mengalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF 2026. Strategi pergantian pemain John Herdman menjadi kunci kemenangan Garuda.
Komisi D DPRD DIY mendorong dukungan anggaran dan kemitraan untuk membantu sekolah swasta yang kekurangan murid di DIY.
El Nino diperkirakan menguat hingga 12 bulan. CERAH mendesak evaluasi kebijakan energi nasional yang masih bergantung pada energi fosil.
Perbaikan 256 RTLH di Gunungkidul ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Hingga akhir Juli, 101 rumah telah rampung dibangun.
Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri nonblok di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.