Bulog Jogja Serap 196.431 Ton Gabah, Target 2026 Tercapai
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Salah satu Pasar Murah yang digelar di Kulonprogo. – Antara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan menggelar pasar murah sebanyak 14 kali di setiap kapanewon dan Alun-alun Wates selama Ramadan 2025 besok. Pasar murah ini digelar untuk menjaga daya beli masyarakat dan inflasi tetap terjaga.
"Rencananya, pelaksanaan pasar murah dimulai pada 7 Maret 2025," kata Kabid Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kulon Progo Endang Zulywanti di Kulonprogo, Selasa.
Ia mengatakan pasar murah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, supaya masyarakat dapat membeli dan memenuhi kebutuhan dengan terjangkau.
"Pasar murah ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga murah pada saat Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 2025," katanya.
Endang mengatakan dalam pasar murah ini, Pemkab Kulon Progo memberikan subsidi sebesar Rp3.000 per kilogram untuk biaya distribusi.
Adapun komoditas kebutuhan pokok yang mendapat subsidi, yakni beras, gula pasir, telur, dan minyak goreng.
"Nanti, setiap kapanewon atau per titik dijual 5,1 ton beras, gula, minyak goreng dan telur. Kami berharap pasar murah ini dapat menekan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat," katanya.
Lebih lanjut, Endang mengatakan harga kebutuhan pokok menjelang ramadhan ini mulai mengalami kenaikan, mulai dari daging ayam, telur, cabai.
BACA JUGA: Warga Kulonprogo Minta Revisi Perda Kawasan Tanpa Rokok, Ini Alasannya
"Meski ada kenaikan, harga jual komoditas tersebut masih di bawah HET," katanya.
Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Wates Ratmini mengungkapkan bahwa cabai rawit merah saat ini harganya mencapai Rp80 ribu per kg.
"Kemarin harganya sekitar Rp75 ribu per kg, kalau cabai keriting merah sekarang sekitar Rp45 ribu per kg," katanya.
Ratmini mengatakan harga semua jenis cabai saat ini terbilang fluktuatif alias tidak stabil. Sebab terkadang harganya bisa mendadak turun atau naik.
Kondisi tersebut lebih disebabkan oleh faktor cuaca, yang menyebabkan hasil panen cabai tidak maksimal. Momen jelang puasa pun dinilai tak berpengaruh banyak pada pergerakan harga cabai.
"Meskipun sekarang lagi banyak hajatan, harga cabai yang tetap seperti itu, kerap naik-turun tidak stabil," kata Ratmini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Dokter UI mengembangkan NAVI-HF berbasis AI untuk mendeteksi penumpukan cairan paru pada pasien gagal jantung dengan akurasi mencapai 86 persen.
UGM melantik 620 insinyur baru dan menekankan pentingnya etika profesi serta tanggung jawab moral di tengah pesatnya perkembangan AI.