Advertisement
Jumlah Dalang di Bantul Banyak, Namun Event Wayang Masih Minim
Dalang remaja Raka Wresniwira Purnama Aji, 14, saat mementaskan wayang kulit dalam rangka Hari Wayang Nasional, Kegiatan Pengembangan dan Implementasi Nilai-nilai Luhur Dalam Masyarakat di Balai Desa Patalan, Bantul, Sabtu (7/11/2020).- Harian Jogja - Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul mencatat jumlah dalang yang ada di Bantul mencapai ratusan orang. Namun, jumlah pagelaran wayang yang digelar setiap tahun masih terbatas.
Kepala Disbud Bantul, Yanatun Yunadiana menuturkan jumlah dalang yang berusia di atas 20 tahun mencapai lebih dari 50 orang, sementara dalang yang berusia anak dan remaja di bawah 20 tahun mencapai jumlah yang hampir sama.
Advertisement
Yanatun mengaku beberapa dalang di Bantul ditetaskan dari sanggar-sanggar seni yang ada di berbagai kapanewon. Dia menilai minat masyarakat masih tinggi untuk mendalami seni pedalangan. Dia menilai regenerasi dalang di Bantul tidak menjadi persoalan.
“Kita punya potensi dalang banyak sekali, ada yang masih di sekolah dasar [SD] hingga mahasiswa. Kita punya SMKN 1 Kasihan yang mempunyai jurusan pedalangan,” ujarnya, Rabu (26/2/2025).
Selain itu, menurut Yanatun, ada puluhan sanggar yang ada di Bantul. Sanggar-sanggar tersebut juga didirikan oleh dalang-dalang yang profesional yang dapat mendorong pertumbuhan dalang muda di Bantul.
Meski begitu, Yanatun menyayangkan jumlah pertunjukan wayang yang menurun dari tahun ke tahun. Menurutnya, dalam setahun hanya ada belasan pertunjungan wayang yang digelar di Bantul.
“Ini jadi perhatian kami [pertunjukan wayang berkurang], bagaimana mereka [dalang] bisa tampil, sekarang minat masyarakat untuk menanggap wayang berkurang banyak karena biaya yang besar,” ujarnya.
BACA JUGA: Bulan Puasa, Pemkab Bantul Keluarkan SE Terkait Jam Kerja ASN, Ini Detailnya
Yanatun menuturkan untuk sekali menggelar pertunjukan wayang biaya yang dikeluarkan penyelenggara dapat mencapai puluhan juta. Hal itu menurutnya dinilai memberatkan masyarakat. Sehingga, saat ini pagelaran wayang yang diselenggarakan masyarakat terbatas.
Dia mengaku Disbud Bantul berupaya memberikan ruang bagi dalang untuk menunjukan kemampuannya. Setiap tahun, Disbud Bantul menggelar festival dalang. Namun, karena anggaran yang terbatas hanya ada beberapa dalang yang dapat tampil disitu.
Dia pun berupaya agar dalam satu pertunjukan, ada dalang senior dan junior yang tampil. Hal itu menurutnya untuk memberikan kesempatan bagi dalang junior untuk menunjukkan kemampuannya
Tahun ini, Disbud Bantul pun hanya dapat menggandeng tiga dalam dalam event setahun ini. Padahal, di tahun lalu Disbud Bantul dapat menggandeng puluhan dalang dalam event setahun. Dia menilai efisiensi anggaran berpengaruh pula pada fasilitasi dalang di Bantul tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
Advertisement
Advertisement








