Advertisement
Tol Jogja-Solo Beroperasi sampai Sleman Saat Mudik Lebaran 2025, Petugas Antisipasi Kepadatan di Exit Toll Tamanmartani

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Jalan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani rencananya akan dibuka secara fungsional pada periode Mudik Lebaran 2025 nanti. Direktorat Lalu Lintas Polda DIY menyoroti kapasitas jalan arteri sebagai jalur limpahan arus lalu lintas yang keluar dari dari Exit Toll Tamanmartani.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Yuswanto Ardi mengungkapkan penghitungan kapasitas jalan arteri yang akan menjadi tampungan dari ruas tol harus dihitung dengan lebih detail. Termasuk memasukkan faktor aktivitas masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah Exit Toll Tamanmartani.
Advertisement
"Karena Exit Toll Tamanmartani berada pada daerah kawasan padat penduduk, sehingga pola pergerakan masyarakat tentunya akan meningkat pada waktu-waktu yang akan bersamaan dengan jalur mudik," terang Ardi pada Kamis (27/2/2025).
BACA JUGA : Wapres Gibran Kunjungi Proyek Tol Jogja-Bawen, Berharap Segera Tersambung ke Semarang
Secara teknis, jalan bebas hambatan seperti jalan tol itu setiap lajurnya menurut penjelasan yang didapat Ardi memiliki kapasitas kurang lebih 2.700 kendaraan per jam. Bila dua lajur yang dibuka, maka kapasitasnya 5.400 kendaraan per jam.
"Sedangkan di arteri, khususnya di Tamanmartani itu secara teori, karena memiliki banyak hambatan samping banyak pemukiman penduduk, kemudian bangkitan, tarikan arus lintas sehingga kapasitas jalannya menurun menjadi di kisaran angka 1.600 sampai 1.800, dengan catatan kegiatan masyarakat normal," katanya.
Lantaran belum ada pengalaman dalam mengelola arus lalu lintas Exit Toll Tamanmartani, pengoperasian secara fungsional itu menjadi momen pertama. Oleh karena itu rekayasa lalu lintas yang digunakan kata Ardi harus berdasarkan pada riset awal yaitu penghitungan kapasitas dengan seteliti mungkin.
"Jadi kapasitas 1.600 sampai 1.800 yang akan mengampu 5.400 kendaraan itu saya mengharapkan diturunkan kapasitasnya 20% di arteri itu dengan asumsi akan banyak hambatan-hambatan samping," ujar Ardi.
Pasalnya pada saat lebaran, Ardi mengatakan pasti ada masyarakat yang melakukannya mobilitas halal bihalal maupun kumpul keluarga, hingga menggunakan ruas jalan sebagai tempat parkir. Hal-hal tersebut imbuh Ardi harus dipertimbangkan.
"Artinya, besar harapan saya, hitungan-hitungan teknis ini secara teori menjadi dasar pertimbangan bagaimana cara bertindak kami di lapangan agar untuk masyarakat yang menggunakan pelayanan tol ini betul-betul puas bahwa jalan tol dan pelayanan pengamanan lebaran tidak menimbulkan hambatan yang berarti," tegasnya.
Ardi berpendapat fungsional Exit Toll Tamanmartani harus dibuka ketika situasi normal. Namun saat menunjukkan penumpukan kendaraan, kendaraan diharapkan dialihkan ke Gerbang Tol (GT) sebelumnya yaitu Prambanan.
"Pada situasi normal arus lintas tidak begitu padat semua akan diarahkan untuk keluar jalan tol sedekat-dekatnya dengan Kota Jogja sebagai daerah tujuan, yaitu di Tamanmartani. Ketika Tamanmartani sudah mulai mengindikasikan kepadatan maka dialihkan kepada gate sebelumnya, yaitu Prambanan. Jadi akmi akan prioritaskan ke titik terdekat di kota tujuan, yaitu Jogjakarta," ungkap.
BACA JUGA : Tol Jogja-Solo Dibuka Fungsional sampai Tamanmartani Sleman Saat Mudik Lebaran 2025
"Ini kan memang filosofi awal dari pembangunan jalan Jogja-Solo itu adalah untuk mengurangi beban arteri Jogja-Solo. Sehingga kalau memang itu nanti sudah padat ya mau enggak mau harus dibuka," ujarnya.
Dioperasikan Satu Jalur
Sebelumnya pada Rabu (26/2/2025) Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY Khusairi menjelaskan Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani nanti akan dibuka fungsional satu jalur saat periode mudik.
"Jadi fungsional ini sifat terbatas, itu dengan satu jalur, yaitu jalur B dan khusus digunakan untuk kendaraan Golongan 1, yang rencana kami operasionalkan, fungsionalkan dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore," jelasnya m
Kendati demikian rencana fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani tersebut kata Khusairi bisa berubah tergantung dari diskresi dari pihak kepolisian.
"Itu, tol ini akan difungsikan apabila di Gate Tol Prambanan kami prediksikan kendaraan sudah melewati 1.000 yang melewati tol Prambanan,dan atau ekornya lebih panjang dari 500 meter. Maka tol Prambanan-Purwomartani, itu sekitar 6,7 [kilometer] akan kami fungsikan dan rencanakan Exit Tol sementaranya melewati di daerah Tamanmartani, di jalan Kabupaten, di dekat LPMP," katanya.
Pembukaan jalur fungsional Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Tamanmartani tersebut sifatnya sementara. Ketika sudah selesai lebaran akan kembali ditutup. "Satu arah, ke Jogja. Karena jalur B saja yang kami gunakan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Kasus Pagar Laut, Kades Kohod Cs Ditenggat 30 Hari Bayar Denda Rp48 Miliar
Advertisement

Wisata ke Likupang, Menikmati Surga Tersembunyi Keindahan Alam
Advertisement
Berita Populer
- Padat Karya Infrastruktur di Bantul Tahun Ini Serap 5.070 Tenaga Kerja
- Sidak Stok Pangan di Bantul, Harga Cabai Naik Rp1.000 per Kilogram
- Begini Skema Uji Coba Sistem Satu Arah di Plengkung Gading Mulai Maret 2025
- Unisa Yogyakarta Unggul di PRIA 2025: Bukti Manajemen Krisis yang Teruji
- Kemenag Kota Jogja Gelar Rukyatul Hilal untuk Penentuan Awal Ramadan
Advertisement
Advertisement