Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat membuka operasi pasar yang digelar di Pasar Argosari, Wonosari. Rabu (12/3/2025)./ Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan Gunungkidul menemukan kemasan minyak goreng Minyakita tidak sesuai takaran. Upaya pengawasan akan terus dilakukan sebagai salah satu cara untuk perlindungan konsumen.
Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, adanya temuan kemasan Minyakita tak sesuai takaran langsung ditindaklanjuti dengan melakukan uji petik. Adapun hasilnya, ada kemasan yang isinya tidak sesuai dengan takaran yang tertera dalam botol.
“Tulisannya 1.000 mililiter, tapi setelah dicek hanya 980 mililiter. Ada kekurangan sekitar 20 mililiter,” kata Kelik kepada wartawan, Rabu (12/3/2025).
Meksi demikian, ia memastikan tidak semua takaran Minyakita yang kurang. Pasalnya, untuk kemasan plastic saat dicek hasilnya sesuai dengan isi.
“Temuan kekurangan takaran pada kemasan botol ini sudah kami sampaikan ke Direktorat Meteorologi untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Kelik mengatakan, upaya pengawasan dengan melakukan uji petik terus dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.
“Uji petik tentang takaran akan terus dilakukan. Idealnya, isi didalam seharusnya sesuai dengan takaran yang ada di kemasan,” imbuh mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul ini.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih saat melakukan operasi pasar mengaku sempat ragu terkait dengan takaran. Hal ini dikarenakan banyak kasus di sejumlah daerah yang ditemukan kasus isi tidak sesuai dengan takaran.
BACA JUGA: Mudik Lebaran 2025, Survei Kesiapan Jalan di Gunungkidul Segera Dilakukan
“Makanya saya minta dinas perdagangan untuk uji petik. Hasilnya, memang ada yang tidak sesuai dengan takaran dan ini tidak boleh dilakukan,” katanya.
Menurut dia, proses mengurangi takaran merupakan dosa besar sehingga jangan sampai terjadi lagi. “Tidak boleh mengurangi takaran. Tadi saya berpesan ke pedagang untuk menjual dengan Amanah,” katanya.
Endah mengatakan, untuk menjaga stablitas harga kebutuhan pokok di Bulan Puasa dan jelang Lebaran dilaksanakan operasi pasar, yang salah satunya digelar di Pasar Argosari, Wonosari. Selain itu, juga menghindari ulah spekulan nakal yang menimbun komoditas tertentu.
Didalam operasi pasar ini dilaksanakan dengan menyediakan dua komoditas. Yakni, minyak goreng dengan harga Rp15.500 per liter sehingga harganya lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
“Komoditas kedua gula pasir. Harga normal di kisaran Rp17.500 per kilonya, tapi dalam operasi pasar dipatok Rp16.000 per kilonya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.