26,8% Puskesmas Belum Punya Dokter Gigi, FKG UGM Dorong Beasiswa
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
Foto ilustrasi penyitaan petasan. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang anak di Sleman mengalami sejumlah luka-luka di bagian tangan usai menjadi korban ledakan petasan atau mercon. Bubuk petasan tersebut dibeli secara online dari media sosial Tiktok oleh teman korban dengan harga Rp25.000 per satu ons.
Kasi Humas Polresta Sleman, AKP Salamun menjelaskan ledakan petasan ini terjadi pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 06.00 WIB. Kala itu korban NGF, 12, bersama rekan-rekannya membawa petasan dari rumah untuk menyalakannya di bulak Batang Cilik, Tambakrejo, Tempel.
BACA JUGA: Polres Tangkap Dua Pemuda Peracik Serbuk Petasan di Bantul
"Korban bersama temannya masing-masing telah menyalakan satu mercon dengan posisi korban membungkuk dan mercon dipegang menggunakan tangan kirinya dan disulut menggunakan korek gas menggunakan tangan kanannya," kata Salamun pada Sabtu (22/3/2025) malam.
Namun sumbu pada petasan justru terlepas sehingga korban bermaksud memasangnya kembali. Akan tetapi mercon tadi justru meledak dan mengenai korban. "Karena sumbunya terlepas, korban bermaksud menaruhnya lagi, namun tiba tiba petasan tersebut meledak," ungkapnya
Ledakan petasan ini membuat korban mengalami sejumlah luka-luka, khususnya di bagian tangan. Korban selanjutnya dibawa ke RSUP Dr Sardjito untuk mendapatkan perawatan.
"Korban mengalami luka di pada telapak dan punggung tangan kiri, ibu jarinya patah, jari telunjuk putus pembuluh darahnya dan mendapatkan beberapa jahitan serta kondisinya bengkak serta lecet-lecet," katanya.
Warga yang mengetahui insiden ini selanjutnya melapor ke Polsek Tempel. Dari hasil penelusuran kepolisian, bahan petasan yang dinyalakan korban dibeli secara daring via media sosial Tiktok oleh salah satu teman korban. Bubuk petasan yang dibeli daring dibanderol dengan harga Rp25.000 per satu ons.
BACA JUGA: Dikira Tak Menyala, Seorang Anak Alami Luka-luka Terkena Ledakan Petasan
"Setelah dilakukan pendalaman oleh Polsek Tempel bahwa sesuai keterangan korban, bahwa bubuk obat petasan tersebut di beli oleh salah satu teman korban secara online [Tiktok] sebanyak satu ons seharga Rp25.000," ujarnya
Atas insiden ini, masyarakat kembali diimbau menjauhi penyalaan petasan karena dampak bahaya yang ditimbulkan. "Imbauan orang tua awasi kepada anak-anaknya dan jauhi bermain petasan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 26,8% puskesmas belum memiliki dokter gigi. FKG UGM mendorong beasiswa ikatan dinas bagi putra daerah untuk mengatasinya.
Ancaman boikot Piala Dunia U20 Wanita mengguncang sepak bola dunia. Di baliknya, kritik tajam terhadap tata kelola FIFA dan ketimpangan gender. Bisakah ini jadi
Pangsa pasar mobil Tiongkok di Indonesia melonjak dari 5,8% pada 2024 menjadi 17,4% pada 2026. BYD, Wuling, dan Chery memimpin pertumbuhan.
ASDP dan Pelni membuka layanan pengiriman bantuan gratis untuk korban gempa NTT. Logistik dikirim melalui jalur laut guna mempercepat distribusi.
Malaysia dan Singapura menghadapi misi berat lolos ke final Piala AFF 2026 setelah kalah pada leg pertama semifinal dari Vietnam dan Thailand.
Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan alasan kelereng dan karet loncat masuk dalam goodie bag HUT ke-81 Kemerdekaan RI.