Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Proyek pembangunan jalan Sleman-Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (2/2/2025). Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Endah Subekti Kuntaringinsih mengajak generasi muda untuk tidak bekerja ke luar daerah usai momen perayaan Lebaran. Ia mengajak untuk mengembangkan sektor pertanian yang dinilai makin prospektif.
“Sudah tidak ada lagi istilah urbanisasi. Karena bisa digunakan untuk pengembangan sektor pertanian di Gunungkidul,” katanya kepada wartawan, Senin (24/3/2025).
Menurut dia, pertanian sangat bagus untuk dikembangkan. Terlebih lagi, saat sekarang ada program penyerapan gabah maupun beras dari petani lokal yang dilaksanakan oleh Bulog.
“Pembelian dari Bulog dihargai lebih mahal sehingga petani tidak kesulitan untuk memasarkan hasil panennya dengan harga yang bagus,” ungkapnya.
BACA JUGA: Wamentan Sebut Konsistensi Produksi Padi di Bantul Terbaik Nasional
Di sisi lain, sebagai orang yang lulus S2 di bidang pertanian memiliki mimpi untuk mengembangkan sektor ini. Langkah nyata dilakukan dengan memulai pengembangan tanaman dalam pot yang bisa tumbuh dengan subur.
Cara ini merupakan salah satu bentuk dari inovasi yang bisa diterapkan oleh Masyarakat, khususnya bagi generasi muda agar mau mendalami dunia pertanian. “Masyarakat memang butuh edukasi. Buktinya pengembangan model pertanian tanpa media tanah langsung [didalam pot] ternyata juga bisa menghasilkan panen untuk kebutuhan pangan,” katanya.
Mbak Endah akan terus mendorong agar dinas pertanian dan pangan melakukan inovasi. Salah satunya meningkatkan generaasi muda agar mau mendalami dunia pertanian.
“Harapannya dengan pertanian maju, maka para generasi muda bisa bekerja di tempat sendiri sehingga tidak harus merantau ke luar daerah,” katanya.
Salah seorang warga Wareng di Kapanewon Wonosari, Wibawa mengatakan, dirinya tidak tertarik untuk mencari kerja di luar daerah. Pasalnya, ia sudah fokus membantu orang tua mengurusi lahan pertanian yang dimiliki.
Ia pun berterimakasih karena ada program pembelian hasil panen dari petani lokal. Diharapkan agenda ini bisa diteruskan dikarenakan sangat membantu para petani memasarkan hasil panennya.
“Harga jual yang bagus ini kalau bisa terus dipertahankan sehingga petani bisa untung,” katanya.
Meski demikian, Wibawa mengakui tak serta merta menjual seluruh hasil panen. Ia berdalih masih menyisakan Sebagian untuk menjaga ketahanan pangan dalam keluarga. “Masih ada yang disimpan untuk kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Temuan beras fortifikasi tak sesuai standar mendorong Bapanas memperluas pengawasan terhadap 40 merek di 11 provinsi.
Simak harga dan spesifikasi Samsung Galaxy Z Fold8, Z Flip8, dan Z Fold8 Ultra, termasuk layar, kamera, chipset, baterai, dan memori.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi 35.936 peserta E-Sports Kapolri Cup 2026 dan menargetkan kenaikan 10 kali lipat.
Kota Magelang dinilai punya potensi menjadi contoh toleransi beragama melalui keberagaman, dialog lintas iman, dan gotong royong.