Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Proyek pembangunan jalan Sleman-Gunungkidul di Bokoharjo, Prambanan, Sleman, Minggu (2/2/2025). Abdul Hamid Razak/Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Endah Subekti Kuntaringinsih mengajak generasi muda untuk tidak bekerja ke luar daerah usai momen perayaan Lebaran. Ia mengajak untuk mengembangkan sektor pertanian yang dinilai makin prospektif.
“Sudah tidak ada lagi istilah urbanisasi. Karena bisa digunakan untuk pengembangan sektor pertanian di Gunungkidul,” katanya kepada wartawan, Senin (24/3/2025).
Menurut dia, pertanian sangat bagus untuk dikembangkan. Terlebih lagi, saat sekarang ada program penyerapan gabah maupun beras dari petani lokal yang dilaksanakan oleh Bulog.
“Pembelian dari Bulog dihargai lebih mahal sehingga petani tidak kesulitan untuk memasarkan hasil panennya dengan harga yang bagus,” ungkapnya.
BACA JUGA: Wamentan Sebut Konsistensi Produksi Padi di Bantul Terbaik Nasional
Di sisi lain, sebagai orang yang lulus S2 di bidang pertanian memiliki mimpi untuk mengembangkan sektor ini. Langkah nyata dilakukan dengan memulai pengembangan tanaman dalam pot yang bisa tumbuh dengan subur.
Cara ini merupakan salah satu bentuk dari inovasi yang bisa diterapkan oleh Masyarakat, khususnya bagi generasi muda agar mau mendalami dunia pertanian. “Masyarakat memang butuh edukasi. Buktinya pengembangan model pertanian tanpa media tanah langsung [didalam pot] ternyata juga bisa menghasilkan panen untuk kebutuhan pangan,” katanya.
Mbak Endah akan terus mendorong agar dinas pertanian dan pangan melakukan inovasi. Salah satunya meningkatkan generaasi muda agar mau mendalami dunia pertanian.
“Harapannya dengan pertanian maju, maka para generasi muda bisa bekerja di tempat sendiri sehingga tidak harus merantau ke luar daerah,” katanya.
Salah seorang warga Wareng di Kapanewon Wonosari, Wibawa mengatakan, dirinya tidak tertarik untuk mencari kerja di luar daerah. Pasalnya, ia sudah fokus membantu orang tua mengurusi lahan pertanian yang dimiliki.
Ia pun berterimakasih karena ada program pembelian hasil panen dari petani lokal. Diharapkan agenda ini bisa diteruskan dikarenakan sangat membantu para petani memasarkan hasil panennya.
“Harga jual yang bagus ini kalau bisa terus dipertahankan sehingga petani bisa untung,” katanya.
Meski demikian, Wibawa mengakui tak serta merta menjual seluruh hasil panen. Ia berdalih masih menyisakan Sebagian untuk menjaga ketahanan pangan dalam keluarga. “Masih ada yang disimpan untuk kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.
Rupiah menguat ke Rp17.653 per dolar AS di tengah penguatan dolar global dan sentimen suku bunga The Fed serta konflik Timur Tengah.