Advertisement
Tingkatkan Pelayanan, Kesbangpol Gelar Forum Konsultasi Publik
Kepala Badan Kesbangpol DIY, Llik Andi Aryanto (kiri) memimpin FKP di kantor Badan Kesbangpol DIY, Rabu (26/3/2025). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP), Rabu (26/3/2025). Dari kegiatan ini diharapkan banyak masukan yang membangun untuk meningkatkan kinerja Badan Kesbangpol DIY.
Kepala Badan Kesbangpol DIY, Llik Andi Aryanto, menjelaskan FKP ini digelar secara luring dan daring dengan melibatkan sejumlah unsur eksternal, diantaranya dai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kampus, perwakilan organisasi masyarakat (ormas) dan media massa.
Advertisement
“Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kemampuan penyelenggara layanan dengan harapan meminimalisir dampak kebijakan yang merugikan publik. Juga untuk memperoleh masukan-masukan dari publik yang membangun,” ujarnya.
Beberapa masukan diantaranya pengembangan aplikasi untuk magang. Badan Kesbangpol DIY setiap tahun selalu membuka program magang. Pada 2024, Badan Kesbangpol DIY menerima sebanyak 97 mahasiswa dan pelajar magang.
“Jadi kami sebenarnya juga mengucapkan terima kasih kepada yang magang di pihak kami. Karena pegawai di Kesbangpol ini kan terbatas. Dengan magang ini, mahasiswa atau pelajar bisa belajar proses kerja di sini. Mereka kami libatkan dalam berbagai aktivitas di Kesbangpol seperti Sinau Pancasila, Sosialisasi Bhineka Tunggal Ika dan lainnya,” paparnya.
Dengan banyaknya minat magang di Badan Kesbangpol DIY, maka pihaknya akan mengembangkan aplikasi yang bisa diakses calon peserta magang. “Dengan aplikasi ini mahasiswa bisa memantau waktu-waktu magang yang selo kapan, jadi harapannya tidak menumpuk di satu waktu tertentu. Lalu proses atau SOP magang bisa tersosialisasi,” katanya.
Masukan lainnya yakni terkait dengan apresiasi atau award untuk ormas. Kemudian perlunya peningkatan fasilitasi ormas yang menyesuaikan kemampuan keuangan. “Fasailitasi ormas yang melalui Kesbangpol saat ini baru pada pertemuan-pertemuan,” ungkapnya.
Perwakilan dari Direktorat Kemahasiswaan UGM, Zainudin, menuturkan mahasiswa UGM setiap tahun menjadi peserta magang di Badan Kesbangpol DIY. “Masukan dari kami, kalau bisa diupayakan aplikasi terkait magang, supaya mahasiswa yang mau magang tidak harus datang ke sini langsung, bisa browsing dulu. Kalau memungkinkan ditindaklanjuti,” katanya.
Ia juga memberi masukan karena sekarang sudah ada banyak aplikasi dari pemerintahan, sebaiknya aplikasi terkait layanan tersebut bisa disatukan. “Jadi cukup membuka satu aplikasi dengan menu yang bervariasi. Supaya tidak banyak aplikasi yang kalau terlalu banyak akan membingungkan,” jelasnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Fee 5 Persen dan Ancaman Mutasi Terkuak di Sidang Abdul Wahid
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
- Pengolahan Mandiri Efektif, Sampah Residu di Demangan Jogja Berkurang
- Kelelahan, Polisi Kapospam Tugu Jogja Meninggal Dunia Saat Bertugas
- Posko THR Bantul Terima 20 Aduan, 5 Kasus Dilimpahkan ke Provinsi
- Volume Sampah Libur Lebaran di Jogja Terkendali, Naik Tipis 7 Persen
Advertisement
Advertisement







