Advertisement

Bukan Kebakaran, Evakuasi Sarang Tawon Vespa Jadi Layanan Terbanyak di Damkar Jogja

Alfi Annisa Karin
Rabu, 26 Maret 2025 - 22:27 WIB
Sunartono
Bukan Kebakaran, Evakuasi Sarang Tawon Vespa Jadi Layanan Terbanyak di Damkar Jogja Evakuasi sarang tawon vespa oleh personel Damkarmat Kota Jogja Dokumentasi Dinas Damkarmat Kota Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja mencatat tingginya permintaan evakuasi sarang tawon vespa dari tahun ke tahun. Bahkan penyelamatan atau evakuasi sarang tawon vespa ini lebih banyak jumlahnya jika dibandingkan dengan kasus kebakaran.

Satgas Jogja Aman Kebakaran Dinas Damkarmat Kota Jogja Anas Apriyadi menyebut permintaan evakuasi sarang tawon ke Dinas Damkarmat Kota Jogja dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data, pada 230 kali evakuasi sarang tawon vespa pada tahun 2022. Lalu meningkat sebanyak 252 kali pada tahun 2023 dan 298 kali pada tahun 2024.

Advertisement

BACA JUGA: Diserang Belasan Tawon Vespa, Warga Sragen Dilarikan ke Rumah Sakit

“Di antara sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebab, tumpukan sampah menjadi salah satunya,” ujar Anas melalui keterangan tertulis, Rabu (26/3/2025).

Dia menjelaskan ada kecenderungan kecenderungan peningkatan sarang tawon vespa di kawasan urban. Ini tak lepas dari berkurangnya hutan sebagai habitat asli tawon vespa. Terlebih, tawon vespa merupakan hewan omnivora yang memakan nektar, buah-buahan busuk, daging, dan sisa makanan yang mudah ditemui di tumpukan sampah.

Anas menuturkan meningkatnya koloni tawon vespa di pemukiman patut diwaspadai. Hal ini mengingat tawon vespa dapat menyerang dengan sengatan secara berkelompok yang sangat berbahaya bagi manusia bahkan dapat berujung kematian.

“Salah satu upaya preventif menghadapi tawon vespa adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi keberadaan tumpukan sampah yang dapat menjadi sumber makanan bagi tawon vespa,” katanya.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid menyebut sejak ditutupnya TPA Piyungan terjadi peningkatan kasus kebakaran di Kota Jogja. Pada 2022 ada 56 kali kejadian kebaran. Kemudian meningkat 90 kali pada tahun 2023. Sebanyak 23 kejadian atau 25 persennya disebabkan karena pembakaran sampah secara liar.

BACA JUGA: BPBD Bantul Minta Warga Waspadai Tawon di Musim Hujan

Taokhid menuturkan membakar sampah secara liar sebenarnya juga telah dilarang melalui Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogyakarta Nomor 10 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah dengan ancaman sanksi pidana.

“Berkat sosialisasi berbagai pihak dan kesadaran masyarakat kejadian kebakaran karena pembakaran sampah mulai turun pada tahun 2024 menjadi 15 kali dan nihil kejadian hingga awal 2025 ini,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pratikno Sebut WFA Kerek Peningkatan Pembelian Tiket Kereta sejak H-10

News
| Sabtu, 29 Maret 2025, 21:17 WIB

Advertisement

alt

Taman Wisata Candi Siapkan Atraksi Menarik Selama Liburan Lebaran 2025, Catat Tanggalnya

Wisata
| Sabtu, 22 Maret 2025, 16:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement