Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Hujan deras yang terjadi di wilayah Bantul pada Jumat (28/3/2025) mengakibatkan banjir di 12 wilayah di Bantul. Akibat banjir tersebut infrastruktur umum, fasilitas pendidikan dan rumah mengalami kerusakan.
Kepala BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta mengaku sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan setelah hujan deras. Meski begitu, menurut Agus, pihaknya masih menghitung kerugian materiil atas kerusakan tersebut. “Kita akan mengusulkan [perbaikan] infrastruktur yang rusak. Nanti [alokasi anggaran] setelah dicek BPBD Bantul dan DPUPKP Bantul,” katanya di ruangannya, Sabtu (29/3/2025) .
Kejadian kebencanaan tersebut terjadi pada 12 kapanewon, yaitu Kasihan, Dlingo, Bantul, Banguntapan, Imogiri, Jetis, Kretek, Pajangan, Piyungan, Pleret, Piyungan dan Srandakan. Agus menuturkan dampak hujan pada Jumat menyebabkan kerusakan pada DAM, tanggul dan jalan. Kemudian, ada puluhan rumah, dan akses jalan yang terendam air dan lumpur.
BACA JUGA : Korban Gempa Myanmar Terus Bertambah, Bantuan Berdatangan
Dia menuturkan dari kejadian tersebut, kerusakan terparah terjadi di Dlingo. Di sana, DAM Dodogan, Jatimulyo jebol. Kemudian, ada 16 titik longsor yang mengakibatkan kerusakan rumah warga dan tempat ibadah. Ada pula pohon tumbang yang menimpa rumah dan mengganggu akses jalan. Kemudian, di Jatimulyo dan Mangunan ada lahan pertanian yang tergenang banjir.
Kemudian, di Kapanewon Kasihan, ada tanggul di Mbulak Bibis yang jebol. Kerusakan tersebut membuat rumah warga Kasongan Permai terendam banjir. Ada pula kerusakan jalan ambrol di Jalan Parangtritis, utara DAM Klenen, Kapanewon Pundong. Di sana jalan yang ambrol mengganggu pengguna jalan. “Saat ini sudah diberi police line dan ada tanda agar pengguna jalan tidak melewati jalan rusak tersebut,” katanya.
Kemudian, menurut Agus, ada pula fasilitas pendidikan yang terendam banjir. Fasilitas pendidikan yang terendam banjir yaitu SMK 1 Pajangan; SMP Muh. Bantul; SMP 2 Sewon, SD Karanggayam, Pleret; SD lroyudan, SMP Muh Jetis dan SMPN 3 Pleret.
Kemudian, dampak hujan semalam juga menyebabkan 150 unit sumur warga tercemar. "Sumur warga buthek [keruh]. Nanti akan dilakukan treatment dengan menggunakan tawas," katanya.
BACA JUGA : One Way Diperpanjang hingga Salatiga
Dia menuturkan penjernihan air sumur warga tersebut akan dilakukan bersama dengan PMI Bantul. Sementara menurut Agus, ada pula puluhan rumah warga yang terendam banjir di Imogiri, Banguntapan, dan Dlingo.
Meski dampak hujan semalam meluas, Agus mengaku pihaknya tidak mengeluarkan surat keputusan tanggap darurat. Pihaknya hanya akan menggunakan surat keputusan siaga bencana hidrometeorologi yang berakhir pada akhir April 2025.
“Terkait surat keputusan Tanggap darurat masih belum diperlukan karena penanganan masih bisa diakomodir oleh instansi terkait,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Palur pada Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 3 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarifnya Rp8.000.
Indonesia masih berpeluang menambah emas Asian Games 2026 lewat sepak takraw dan padel setelah mengoleksi 35 medali.
KBRI Bangkok mengimbau WNI di Thailand memantau cuaca dan kondisi jalan untuk mengantisipasi banjir hingga 7 Oktober 2026.
Hashim mundur dari WIFI. Pengamat menilai Internet Rakyat dan pemanfaatan spektrum 1,4 GHz tetap berjalan sesuai komitmen perusahaan.