Sungai Krasak Debitnya Menurun, Sleman Antisipasi Kekeringan
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Tebing Breksi - dok Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Tebing Breksi menjadi salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Sleman. Selain menyuguhkan wisata alam, Tebing Breksi juga menawarkan wisata budaya.
Destinasi tersebut bisa menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin berwisata pada libur panjang kali ini.
Pengelola Wisata Tebing Breksi, Kholik Widiyanto, mengatakan ada 753 pengunjung per pukul 13.19 WIB. Menurut dia, kunjungan tersebut tergolong ramai dibandingkan hari-hari biasanya. Guna menarik wisatawan, pengelola memiliki sejumlah strategi. Salah satunya adalah live akustik.
“Tiap akhir pekan dan tanggal merah seperti hari ini ada regular live akustik. Mulainya sore hari. Kalau hujan kami menggunakan pendopo di dalam kompleks wisata,” kata Kholik dihubungi, Jumat (18/4/2025).
Koordinator Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Kaliurang, Danang Sumbodo, juga mengatakan bahwa angka kunjungan wisatawan cukup ramai. “Tidak ramai. Tapi ya lumayan lah. Pukul 12.44 WIB tadi ada 1.400 orang,” kata Danang.
Angka kunjungan tersebut kemudian bertambah menjadi 1.920 orang per pukul 18.09 WIB. Disinggung terkait dengan event libur panjang, Danang mengaku tidak ada event apa pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
OJK mengangkat Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner BMKS untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis.
PSS Sleman akan kembali menjalani laga uji coba pekan ini. PSM Makassar disinyalir menjadi calon lawan setelah berlatih di Sleman.
Karhutla kembali terjadi di Seloharjo, Pundong, Bantul. Damkarmat kesulitan memadamkan api karena lokasi berada di perbukitan tanpa akses mobil.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul Van Gastel menilai jadwal kompetisi musim 2026/2027 yang tidak merata. Ada periode dengan pertandingan yang menumpuk, tetapi di sis
Kawasan Kelok 23 Gunungkidul belum menarik investor. DPMPTSP menyebut pembangunan yang belum selesai menjadi salah satu penyebabnya.