Denyut Sarung Tangan Dunia di Gunungkidul dan Asa Ekspansi Woneel
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Koperasi - Ilustrasi/Bisnis.com
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul terus menggodok program pembentukan koperasi merah putih di setiap kaurahan di Bumi Handayani. Hingga sekarang belum ditentukan kalurahan mana yang menjadi percontohkan pembentukaan koperasi ini.
Kepala Dinas Perindutrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Supartono mengatakan, pembentukan koperasi merah putih tertuang dalam Instruksi Presiden No.9/2025. Rencananya di seluruh Indonesia akan dibentuk 80.000 koperasi ini.
“Jadi kalau dari peraturannya akan dibentuk di seluruh desa, termasuk semua kalurahan di Kabupaten Gunungkidul,” kata Supartono, Senin (21/4/2025).
Menurut dia, hingga sekarang belum ada kalurahan yang menjadi percontohan pembentukan koperasi merah putih di Gunungkidul. Pasalnya, hingga sekarang baru sebatas koordinasi lintas sektor terkait dengan kesiapan pembentukan koperasi ini.
“Masih dalam proses karena masih dipersiapkan kalurahan mana saja yang akan dibangun koperasi ini di awal-awal peluncurannya. Yang jelas, ke depannya koperasi merah putih akan dibangun di seluruh kalurahan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Libur Paskah 2025, Puluhan Ribu Pengunjung Berwisata ke Gunungkidul
Supartono menambahkan, koordinasi dilakukan juga untuk mengetahui kesiapan dari kalurahan terkait dengan program ini. Sesuai dengan instruksi dari Pemerintah Pusat, pembentukan koperasi merah putih untuk Memperkuat swasembada pangan dan pemerataan ekonomi.
Selain itu, untuk menjadikan desa atau kalurahan sebagai pilar pembangunan ekonomi menuju Indonesia Emas 2045. Tujuan lainnya, sebagai upaya mengoptimalkan potensi desa melalui koperasi yang menyediakan layanan seperti sembako murah, klinik desa, simpan pinjam, cold storage, dan logistik desa.
“Ke depannya juga bisa untuk melayani program makan bergizi gratis karena salah satu kegiatannya dalam rangka memperkuat ketahanan pangan,” ungkapnya.
Disinggung mengenai adanya penyertaan modal untuk koperasi merah putih, Supartono tidak menampik hal tersebut. Hanya saja, pelaksanaan dari program ini masih menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat.
Terpisah, Lurah Bendung, Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, sudah mendengar lama berkaitan dengan rencana pendirian koperasi merah putih. Hanya saja, hingga sekarang belum ada realisasinya dikarenakan masih dalam tahap koordinasi dengan pemkab.
“Intinya kami siap menjalankan program ini,” katanya.
Meksi demikian, Didik meminta agar regulasi pendirian koperasi benar-benar harus jelas sehingga tidak menimbulkan masalah kelak di kemudian hari. “Sampai saat ini masih mengacu pada aturan dari pemerintah pusat, sedangkan kebijakan berkaitan dengan regulasi di tingkat kabupaten belum jelas. Jadi, kami masih menunggunya untuk pedoman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
KPK menyisir tiga ruangan dirjen di Kementerian ATR/BPN terkait pengusutan kasus dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.