Advertisement
Hasto Sebut Pengelolaan Sampah Tingkat Rumah Tangga Jadi Kunci Sleman Bebas Sampah
Wakil Ketua II DPRD Sleman, Hasto Karyantoro.. - Ist
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman terus melakukan percepatan penyelesaian persoalan sampah dengan timbulan per harinya dapat menyentuh 601,6 ton. Selain pembangunan sarana-prasarana pengolahan sampah, masyarakat juga perlu melakukan pemilahan dan pengurangan sampah. Hal ini yang menjadi perhatian Wakil Ketua II DPRD Sleman, Hasto Karyantoro.
Hasto mengaku paling tidak ada dua pekerjaan rumah (PR) besar Sleman ihwal persoalan sampah, yaitu edukasi kepada masyarakat untuk pilah sampah mulai dari rumah tangga dan pengelolaan sampah oleh pemerintah.
Advertisement
Apabila sampah terpilah dan terkelola dengan baik di tingkat rumah tangga, pemerintah akan mudah dalam melakukan pengelolaan lanjutan. Inilah pentingnya penanganan sampah dilakukan secara kolaboratif. Apalagi jumlah penduduk Kabupaten Sleman mencapai 1,12 juta jiwa dengan luas wilayah 574,82 kilometer persegi.
Adapun rata-rata timbulan sampah di Bumi Sembada menyentuh angka 601,6 ton per hari. Dari angka ini tidak semua dapat dikelola di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST), masih ada timbulan 283 ton per hari yang masih dikelola masyarakat secara mandiri, seperti penimbunan.
BACA JUGA: Bupati Sleman Segera Terbitkan SE Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih
283 ton timbulan sampah tersebut perlu segera dicarikan solusi penyelesaiannya. Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan jumlah penduduk Kabupaten Sleman akan bertumbuh hingga 1,20 juta pada 2027. Pertumbuhan ini tentu beriringan dengan kenaikan timbulan sampah.
“Penting juga melakukan penertiban kelompok pengangkut sampah atau usaha swasta pengangkut sampah yang mengangkut sampah dari luar Sleman tapi membuang di Sleman. Pemerintah Kabupaten perlu tegas,” kata Hasto dalam keterangannya, Rabu (30/4/2025).
Hasto kembali menegaskan penguatan budaya memilah dan mengolah di tingkat rumah tangga perlu terus diupayakan. Perlu ada pembiasaan dengan dukungan pendanaan yang dapat merangsang masyarakat agar terus mengupayakan pengelolaan sampah.
“Edukasi dengan seluruh konsekuensi edukasinya sampai tingkat rumah tangga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Korlantas Terapkan One Way Nasional Mulai Selasa 24 Maret 2026
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini Senin 23 Maret 2026: Waspada Hujan Ringan
- Jadwal KA Prameks Kutoarjo-Jogja Terbaru Senin 23 Maret 2026
- SIM Mati Pas Libur Lebaran 2026, Cek Jadwal Perpanjangan
- Prediksi Lonjakan Parkir Wisata Lebaran Jogja 2026: Cek Tarif Resmi
- 2 Insiden Laut Terjadi Pantai Parangtritis, Pengunjung Diminta Waspada
Advertisement
Advertisement







