Cabai Rawit di Sleman Rp70.000 per Kg, Disperindag Sebut Belum Ada Kelangkaan
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
Api membakar pabrik garmen di Sleman, Rabu (21/5/2025). /Instagram.
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman bergerak cepat untuk membantu mencari lokasi produksi sementara pascaterbakarnya pabrik garmen di Kapanewon Ngaglik. Langkah ini diambil Pemkab Sleman untuk mencegah terjadinya PHK karyawan akibat insiden kebakaran ini.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pihaknya sempat berdiskusi dengan pimpinan perusahaan garmen yang terdampak kebakaran. Salah satu langkah cepat, perusahaan sedang berusaha untuk mencari tempat sebagai pengganti lokasi produksi sementara.
Pemkab Sleman selanjutnya berusaha membantu pencarian bangunan representatif yang sekiranya bisa dipakai sebagai lokasi produksi sementara. Pasalnya bila tak segera beroperasi, ada 1.800 pekerja pabrik yang bakal terdampak.
BACA JUGA: Harga Daging Ayam di Pasar Sleman Naik Menjelang Iduladha
"Tadi ini sudah menelpon beberapa gedung yang mungkin speknya hampir sama di Sleman," kata Danang pada Rabu (21/5/2025).
Sembari menunggu renovasi di lokasi pabrik yang terbakar, salah satu jalan agar produksi tetap beroperasi yakni dengan memindahkan lokasi produksi sementara. Hal ini lantaran perbaikan pabrik yang terbakar diestimasi memakan waktu satu tahun.
"Karena selain menunggu renovasi gedung yang terbakar ini mungkin kurang lebih satu tahun, harapannya perusahaan ini tetap bisa berproduksi karena pesanan sangat tinggi dan diekspor juga banyak," ungkapnya.
Jika produksi bisa dipindahkan ke lokasi sementara, potensi terjadinya PHK harapannya bisa dicegah. "Ini menjadi harapan bagi kami, yang paling penting tenaga kerja ini tetap bisa diberdayakan agar tidak terjadi PHK atau pemberhentian tenaga kerja," katanya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih menambahkan salah satu lokasi yang dijajaki untuk digunakan sebagai tempat produksi sementara adalah bangunan milik PT. Primisima. Komunikasi awal telah dijalin dengan pimpinan PT. Primisima.
"Jadi untuk komunikasi awal kami tadi sudah matur dengan direksi dari PT Primisima itu, di sana ada pabrik yang masih berdiri dan tidak dipergunakan," ujarnya
Apabila kolaborasi ini bisa terjalin, produksi sementara pabrik garmen yang terbakar bisa dilakukan di bangunan milik PT. Primisima. Apalagi PT. Primisima sebelumnya juga bergerak di bidang produksi kain.
BACA JUGA: Hari Kebangkitan Nasional ke-117, DIY Berkembang Bersama Pemuda dan Dunia Digital
"Ini akan ditindaklanjuti pembicaraan dengan manajemen [pabrik yang terbakar], mohon doanya mudah-mudahan ini nanti bisa berkolaborasi sehingga produksi nanti kemungkinan bisa dipindahkan ke sana," ujarnya.
"Karena di sana juga pabrik garmen jadi mungkin setipe. Ini masih berproses dan ini proses sangat awal," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga cabai rawit di Sleman mencapai Rp70.000 per kilogram. Disperindag memastikan stok di pasar masih aman meski pasokan berkurang.
Gempa M 4,6 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Selasa dini hari. BMKG menyebut gempa tidak berpotensi tsunami dan mengingatkan mitigasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia di Masjid Temon, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Prakiraan cuaca DIY Selasa 6 Oktober 2026 menunjukkan potensi udara kabur di Sleman dan suhu maksimum 35°C di Kota Jogja.
Bupati Kulonprogo Agung Setyawan mengajak siswa SMPN 3 Kokap menjauhi judi online, radikalisme, dan perundungan serta melanjutkan pendidikan.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Alkid dan MPP Balaikota. Cek jam layanan dan syarat perpanjangan SIM.