Mural Patangpuluhan Jogja Suarakan Isu Lingkungan dan Budaya
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Banyaknya jalan rusak di Bantul membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) berencana menaikkan anggaran infrastruktur hingga tiga kali lipat pada tahun 2026 mendatang.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan, anggaran infrastruktur pada tahun ini hanya sebesar Rp60 miliar. Maka dari itu, ia berniat menganggarkan hingga Rp180 miliar untuk Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Bantul untuk pembangunan infrastruktur tahun depan.
BACA JUGA: Sistem Baru SPMB 2025 di Bantul Diyakini Bisa Meminimalisasi Potensi Kecurangan
Adapun anggaran Rp180 miliar tersebut rencananya diambil dari pengurangan anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain. Menurutnya, kebutuhan infrastruktur sudah terbilang mendesak karena banyak yang memerlukan perbaikan.
“Anggarannya dari mana? Dari pengurangan OPD-OPD yang lain. Mohon maaf ini harus saya ambil kebijakan ini, karena memang dorongan publik luar biasa, banyak jalan yang rusak, banyak jembatan yang harus kita perbaiki,” kata Abdul Halim Muslih, Jumat (23/5/2025).
Ia mengatakan, pertumbuhan infrastruktur akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan meningkatnya jumlah investasi lokal.
“Karena di samping kehendak publik agar jalan jalan kita perbaiki, talud kita perbaiki, jembatan jembatan kita bangun. Secara akademik akan mendorong tumbuhnya investasi terutama investasi lokal,” ucapnya.
Bupati mencontohkan ketika dibangunnya jalan dan jembatan baru di wilayah Dlingo yang turut memudahkan sekaligus menyejahterakan masyarakat sekitar dengan meningkatnya UMKM.
“Waktu kita membuka jalan baru dan jembatan baru di daerah Dlingo, itu hutan, dan di sana ada sungai, kalau desa sebelah mau ke desa sebrangnya harus memutar berkilo-kilo. Setelah kita bangun jembatan, lalu lintas makin lancar dan di pinggir jalan ditumbuhi bermacam-macam warung, artinya investasi lokal tumbuh,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mural di Patangpuluhan Jogja menjadi ruang kreativitas anak muda untuk menyuarakan isu lingkungan, budaya, sosial, hingga ekonomi kreatif.
Disdikpora Jogja meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan influenza, pemantauan kesehatan, PHBS, dan deteksi dini untuk mencegah penularan.
Stasiun Lempuyangan ditata menjadi stasiun khusus penumpang. Aktivitas angkutan semen direncanakan pindah ke Stasiun Prambanan.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Perbaikan Jalan Srandakan-Poncosari-Pandansimo Bantul mencapai 43,309 persen, melampaui target dan ditargetkan selesai 28 Desember 2026.