Kemarau Panjang di Pengasih Kulonprogo Bikin Sungai Klampok dan Plelen Mengering
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kepolisian Resort Bantul masih melakukan penyelidikan terkait motif penembakan anggota Brimob di Jalan Botokan, Jatirejo, Lendah Kulonprogo pada malam hari Sabtu (31/5/2025) pukul 00.30 WIB.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko menjelaskan, kedua polisi yang sedang berboncengan itu merupakan anggota Resmob Brimob Jogja. Saat sedang melintas, keduanya langsung ditembaki pelaku. "Motif pelaku dan alasannya belum diketahui masih penyelidikan," katanya, Minggu (1/6/2025).
Penyelidikan sementara, penembakan air gun yang dilancarkan pelaku dilakukan secara acak. Tanpa mengincar terlebih dahulu. Saat disinggung, pelaku dalam kondisi mengkonsumsi minuman keras, Sarjoko belum dapat memastikannya.
"Untuk itu masih diselidiki," sambungnya. Adapun kedua anggota polisi tersebut inisial NWH dan AP yang sama-sama warga Bantul. Tembakan air gun tersebut hanya mengenai AP saja.
BACA JUGA: Anggota Brimob Ditembak di Kulonprogo, Pelaku Berhasil Ditangkap
Sedangkan pelaku inisial KI, 35 warga Lendah, Kulonprogo sudah ditangkap oleh kedua polisi yang menjadi sasaran tembak air gunnya.
"Ketika tiba-tiba ditembak air gun oleh pelaku, baik korban dan pelaku berhenti dan air gun bisa direbut oleh anggota Resmob yang selanjutnya KI diamankan kedua polisi yang menjadi korban," tuturnya. Kini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Lendah untuk penyelidikan lebih lanjut.
Sarjoko mengungkapkan, kedua anggota Resmob Brimob tersebut saat kejadian bukan sedang dalam dinas kepolisian. Melainkan hendak berkunjung ke tempat saudaranya. Menurutnya, penggunaan air gun seharusnya berizin sehingga kini kepemilikan KI atas air gun juga turut dalam penyelidikan. "Korban tidak luka karena tembakan air gun terkena jaket," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Teddy Indra Wijaya menyebut 265 Sekolah Rakyat telah berdiri di 131 kabupaten/kota hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses pendidikan.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan setelah kedua negara membahas penanganan karhutla.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.