Akses Air Perpipaan di Kota Jogja Rendah, Pencemaran Sumur Disorot
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Pelatihan pengolahan limbah organik menjadi sabun ramah lingkungan./ Ist
Harianjogja.com, JOGJA–Limbah organik masih menjadi penyumbang sampah tertinggi di Kota Jogja. Untuk mengurangi timbunan sampah tersebut, warga Kelurahan Keparakan, Kemantren Mergangsan, Kota Jogja, mulai mengolah limbah organik menjadi sabun yang ramah lingkungan.
Lurah Keparakan, Yusup Ahbari menyampaikan pengolahan limbah organik di wilayahnya dilakukan dengan mengubah limbah organik menjadi eco enzyme. Kemudian, eco enzyme tersebut diubah menjadi sabun.
Yusup menuturkan pihaknya telah memberikan pelatihan pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme sejak tahun 2024. Dari pelatihan tersebut masyarakat mulai mengolah limbah organiknya menjadi eco enzyme secara berkala.
Karena itu, Yusup menilai, produk olahan sampah tersebut masih dapat dikembangkan menjadi produk lain yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Pihaknya dengan menggandeng pengurus bank sampah setempat lantas menggelar pelatihan pengolahan eco enzyme menjadi sabun pada awal tahun 2025. Dari situ, kini masyarakat mulai mengolah limbah organik menjadi sabun.
“Diharapkan ini semakin menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah serta meningkatkan nilai tambah dari sampah tersebut,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).
BACA JUGA: BUMDes Panggungharjo Bantul Olah Plastik Tak Laku Jadi Bahan Bakar Minyak
Sabun dari eco enzyme dinilai lebih ramah lingkungan lantaran terbuat dari bahan organik yang dapat terurai dengan mudah dan tidak mencemari lingkungan. Selain itu, sabun tersebut juga bermanfaat untuk mengurangi gatal-gatal dan infeksi pada tubuh.
Yusup menilai proses pembuatan sabun eco enzyme yang mudah membuat masyarakat setempat antusias untuk mengikuti membuatnya. Produk tersebut diciptakan dengan mencampurkan cairan eco enzyme dengan minyak kelapa serta bahan tambahan untuk pembuatan sabun.
Dia menilai masyarakat dapat menggunakan sabun dari eco enzyme tersebut untuk pemakaian pribadi. Selain itu, menurutnya tidak menutup kemungkinan produk tersebut dapat dipasarkan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
Yusup menilai masyarakat harus memiliki kesadaran untuk mulai mengolah limbah organik dan anorganiknya. Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi solusi atas permasalahan sampah yang ada di Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akses air perpipaan di Kota Jogja baru 30 persen. Wali Kota Hasto Wardoyo mengingatkan risiko pencemaran air sumur bagi warga.
Harga pangan nasional hari ini, telur ayam ras Rp29.600 per kg, bawang merah Rp42.150 per kg, dan cabai rawit merah Rp54.400 per kg.
Menpar Widiyanti menargetkan Geopark Ijen mempertahankan predikat green card UNESCO melalui penguatan pengelolaan dan revalidasi pada Agustus 2026.
Kejari Boyolali menetapkan dua pegawai PT Aneka Karya Boyolali sebagai tersangka dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi periode 2023-2025.
Gudang pabrik pengolahan bambu di Pleret, Bantul, terbakar hingga menimbulkan kerugian lebih dari Rp1 miliar. Polisi masih menyelidiki penyebabnya.
Dua pekerja proyek ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencurian kabel instalasi listrik di pabrik tekstil Karanganyar usai memanfaatkan akses kerja.