Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Seragam sekolah SD dan SMP - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—SMP favorit di Gunungkidul menjadi incaran calon murid baru dalam pendaftaran Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) lewat jalur prestasi. Pendaftaran ini akan dibuka hingga Rabu (25/6/2025).
Kepala SMP Negeri 1 Wonosari, Agus Maryanto mengatakan, SPMB untuk jalur prestasi telah dibuka sejak Senin (23/6/2025) dan berakhir pada Rabu. Hingga hari kedua pendaftaran, calon siswa baru yang mendaftar telah membludak.
Ai menjelaskan, untuk jalur prestasi mendapatkan kuota sebanyak 56 kursi. Adapun pendaftar hingga Selasa (24/6/2025) pukul 13.30 WIB sebanyak 206 calon siswa.
“Masih bisa terus bertambah pendaftarnya karena penutupan lewat jalur prestasi baru ditutup besok [Rabu],” kata Agus, Selasa.
Berdasarkan data yang masuk, calon pendaftar dengan nilai tertinggi mencapai 308,36 dan terendah 274,1. Daftar ini masih bersifat sementara hingga pendaftaran ditutup. “Jadi masih mungkin berubah,” katanya.
Agus menambahkan, secara total di SMP Negeri 1 Wonosari mendapatkan jatah sebanyak 224 siswa baru. Rinciannya, sebanyak 112 siswa untuk penerimaan dari jalur domisili, jalur prestasi sebanyak 56 anak.
“Ada juga untuk jalur afirmasi sebanyak 45 anak dan mutasi perpindahan orang tua sebanyak 11 siswa,” katanya.
BACA JUGA: Gelombang Tinggi Terjang Pantai Selatan DIY, Ratusan Nelayan Bantul Tak Melaut
Membeludaknya calon siswa baru untuk jalur prestasi juga terjadi di SMP Negeri 2 Wonosari. Hal ini disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati.
Menurut dia, hingga pukul 13.30 WIB, sudah ada pendaftar sebanyak 306 anak. Jumlah ini lebih dari kuota karena pendaftaran dari jalur prestasi hanya mendapat jatah sebanyak 56 siswa.
“Data masih bisa berubah dan tidak semua calon siswa diterima karena mengacu pada kuota yang ada. Jadi, pendaftar dengan nilai terbaik yang akan diterima,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta mengatakan, proses pendaftaran SPMB tingkat SMP sudah dimulai sejak pertengahan Juni. Proses pendaftaran dimulai untuk jalur prestasi mulai 23-25 Juni 2025.
Rencananya pengumuman penerimaan dari jalur ini dilaksanakan Kamis (26/6/2025). Selanjutnya, proses penerimaan dilanjutkan untuk jalur domisili, jalur afirmasi dan jalur mutasi orang tua mulai 30 Juni sampai dengan 2 Juli 2025.
“Daftar Ulang untuk semua jalur pendaftaran dilaksanakan pada 7-8 Juli 2025. Bagi calon siswa segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka,” katanya.
Disinggung mengenai kuota pendaftaran, Agus mengakui untuk tingkat SMP rencananya ada 286 rombongan belajar. Jumlah ini setara dengan 9.216 siswa baru yang mampu ditampung di Tahun Ajaran 2025-2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Harga emas Antam hari ini, Minggu 26 Juli 2026, masih stagnan. Emas 1 gram bertahan Rp2.612.000, sementara buyback tetap Rp2.352.000.
Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mundur setelah protes nasional akibat skandal kebocoran soal NEET yang mengguncang jutaan siswa.
BMKG memprakirakan hujan petir dan hujan ringan berpotensi terjadi di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu, 26 Juli 2026.
Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw meninggal dunia karena sebab alami di Rusun ASN IKN. Simak kronologi dan perjalanan pengabdiannya.
Kementerian Kehutanan menanam 900 bibit mangrove di Raja Ampat untuk rehabilitasi pesisir, menjaga ekosistem, dan mendukung pembangunan berkelanjutan.